Karang Taruna Kota Kerjasama Dinkes, Fogging Zona Merah DBD

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
REAKSI CEPAT. Tim Dinas Kesehatan dan Karang Taruna Kota Kupang yang dipimpin Stenly Boymau sebagai ketua, saat fogging massal di Kelurahan Fatululi dan Nefonaek, petang kemarin. Hadir Kapustu Naioni dan koordinator fogging Dinkes, Ferry Jelalu. (KARANG TARUNA KOTA FOR MEDIATOR)

KUPANG, MEDIATORSTAR.com – Karang Taruna Kota Kupang, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang, melakukan pengasapan/fogging di wilayah yang merupakan zona merah demam berdarah (DBD). Aksi ini dilakukan Sabtu (21/3) petang di RT 12/RW 5 Kelurahan Oebobo, Senin (21/3) di RT 10 Kelurahan Fatululi dan sebagian Kelurahan Nefonaek dan akan dilanjutkan hari ini di Kelurahan Pasir Panjang serta menyusul kelurahan lain.

Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Stenly Boymau kepada media ini, Senin sore jelang magrib, di lokasi fogging di Nefonaek menegaskan bahwa aksi inj adalah wujud dukungan terhadap pemerintah dan masyarakat yang sedang bergelut dengan demam berdarah. Karena, hingga saat ini sudah terdapat hampir 250 kasus DBD di Kota Kupang dan tiga warga meninggal. Semuanya anak kecil. Karena itu, Karang Taruna Kota Kupang pada pekan kemarin sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan dr Retnowati, untuk kerjasama fogging ini.

“Aksi yang kami lakukan ini adalh dukungan kepada pihak pemerintah kota dalam memerangi demam berdarah di Kota Kupang karena kita lihat, jumlahnya kian tinggi. Saya sudah bertemu dengan Ibu Kadis Kesehatan, bahwa saya siap kerahkan kader di kelurahan untuk berantas DBD. Kami bersinergi, dan puji Tuhan, ibu Kadis ikit mendukung dengan mengerahkan seluruh kekuatan.

Kami dibantu operator lapangan, dan juga empat mesin fogging,”tegas Stenly sembari menambahkan, fogging adalah sebuah upaya jangka pendek yang dilakukan untuk memutus mata rantai sebaran nyamuk. Sedangkan untuk jangka panjang, Karang Taruna Kota Kupang sudah menyiapkan ratusan bahkan ribuan paket abate, yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Abate ini diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT sebanyak 50 kg.Pada Sabtu dan Senin kemarin, Stenly tidak sendiri di lokasi, melainkan hadir Brigade Lima Karang Taruna, yakni tim reaksi cepat yang dibentuk Stenly, untuk menangani persoalan sosial kemasyarakatan.

Baca Juga  Tambah 11 Kasus Covid, Warga Oebobo Terbanyak Dirawat: Ini Seruan Walikota

Sebelumnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati membenarkan tingginya angka DBD, namun mereka aktif melakukan fogging dengan melibatkan seluruh staf di Puskesmas. Dia berterimakasih kepada Karang Taruna Kota Kupang yang mau ikut andil dalam aksi ini. Dia berharap agar kedepan, Karang Taruna pun terlibat dalam masalah kesehatan yang menjadi program mereka.

Lurah Oebobo, Jon Saragih kepada media ini di lokasi memberi apresiasi yang tinggi kepada Karang Taruna Kota Kupang yang sigap dan tanggap terhadap masalah kesehatan warga. “Apa yang dilakukan Karang Taruna Kota Kupang hari ini adalah sebuah tindakan terpuji, tindakan kemanusiaan yang harus diapresiasi. Karena saat kita terlena dengan COVID, ternyata DBD melonjak.

Dan, di lokasi ini ada tiga warga terkena DBD. Sehingga kami sebagai aparatur kelurahan berterimakasih kepada Karang Taruna dan Kepala Dinkes melalui koordinator tim fogging, pak Ferry Jelalu, untuk melaksanakan fogging hari ini.

Kami berharap agar tindakan seperti ini, terus berlanjut di kemudian hari,”ujarnya menambahkan, aksi ini sudah sesuai dengan nilai dasar semangat Karang Taruna. Yaknj berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat umum. Dia mengajak seluruh warganya untuk menerima, dan bekerjasama dengan Karang Taruna karena seluruh programnya baik adanya.

Penegasan yang sama dari Roy Manu, selaku ketua RT 12. Saat itu dia berterimakasih atas kepekaan Karang Taruna terhadap masalah ini. Karena, mereka tidak mau warga terkena DBD lagi. “Kita disini tiga warga kena DBD sehingga kami berterimakasih kepada Pak Stenly, teman-temN dari Dinas Kesehatan yang sudah mau datang untuk fogging dan bagi abate. Semoga kedepan, kita bisa bekerjasama lagi. Warga disini sangat bersyukur atas perhatian ini,”tegas Roy.

Baca Juga  Jemaat GMIT Imanuel Oepura Miliki Gedung Baru, Telah Melayani Sejak Jaman Belanda

Dia merinci tiga warga yang terkena DBD itu yakni Yordan Israel Ballo, Exel Nganggu Dimu dan Alvaro Ga.
Terpantau, empat petugas lapangan masuk keluar setidaknya 73 rumah di area yang adalah zona merah DBD. Seluruh rumah disana diasapi, dan tim BRIGADE LIMA yang hadir, yakni Yohanes FR Laga Tapobali sebagai Korlap, Ketua Karang Taruna Oepura Tonny Rona , Ketua Karang Taruna Oebufu Meky Haning , Ketua Karang Taruna Oetete Bambang Pellokila , Ketua KT Kelapa Lima Jony Sander Sanda, membagikan ratusan paket bubuk abate dan masker.

Ketua RW Timotius Klainoni saat itu turut hadir dan mengapresiasi aksi Karang Taruna Kota Kupang. Nampak warga antusias memberi kemudahan kepada petugas dan Karang Taruna untuk fogging. Aksi dilanjutkan di waktu mendatang, dengan lokasi sasaran fogging adalah zona merah DBD. (boy)

admin

admin

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *