MERAYAKAN HARI KARTINI DIMASA PANDEMI COVID -19 dan PASCA SIKLON TROPIS SEROJA

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
FOTO : Mintje Ratoe Oedjoe (IST)

(Mintje Ratoe Oedjoe- Guru Besar Undana Kupang)

Setiap tahun tanggal 21 April  kita merayakan hari Kartini  di dasarkan pada KepRes RI no 108 tahun 64 tanggal 2- 5- 1964 , isinya mengenai penetapan Raden Ajeng Kartini (Kartini)  sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dan menetapkan hari Lahir Kartini tanggal 21 April diperingati  sebagai hari besar.

Perayaan hari Kartini di setiap wilayah berbeda-beda. Saat penulis masih usia anak SR di Ende kami ikut merayakan dengan lomba menari, menyanyi, pakaian adat dan pawai.

kami senang sekali menonton figure Kartini yang dipilih dari perempuan cantik Ende dengan berkebaya Kartini dan naik mobil  Jeep Willis open cap  berkeliling lapangan sepak bola Ende .Saat itu di ujung lapangan Lapangan sepak Bola Ende ada pohon Sukun tempat Bung karno merenungkan Pancasila.

Bapak-bapak juga berpartisipasi ikut lomba membuat nasi goreng dan bermain bola  kaki dengan pakaian perempuan.

Setelah penulis menjadi aktivis perempuan dan aktif di TP PKK Prop NTT sejak November 1978 sd Juli 1998,  dan juga sebagai Dosen FIP-FKIP Undana sejak July 1977,  semakin paham bahwa Merayakan hari Kartini  karena tujuan kita adalah mewariskan Cita-cita dan nilai luhur serta Semangat perjuangan Kartini oleh seluruh masyarakat utamanya generasi muda agar makin tebalnya tekad untuk mewujudkan cita-cita Kartini.

Merayakan Hari Kartini tidak akan pernah kita lakukan  secara rutin belaka, sebab perayaan hari Kartini yang berlangsung setiap tahun selalu akan  berlangsung  dalam kehidupan kita yang berkembang dinamis apalagi kita terkhusus warga NTT pada tgl 4 April diserang Siklon Tropis Seroja yang menyebabkan angin kencang, banjir bandang dan longsor di beberapa wilayah.

Di ketahui bahwa sudah 2 tahun kita merayakan hari Kartini dalam kondisi Pandemic Covid- 19 yakni tahun 2020 dan kini tahun 2021, dan terbaru tanggal 4 April 2021 dihantam oleh Siklon Tropis Seroja. Sangat menyedihkan karena banyak warga yang terpapar dan bahkan meninggal karena Covid-19 dan hantaman Siklon Tropis Seroja.

Sekalipun kondisi yang sangat memprihatinkan,  dan menyedihkan  kami tetap merayakan Hari Kartini dengan berbagai cara dan media, karena bertujuan  mewariskan Cita-cita, Nilai-nilai luhur, Semangat dan Karya pikir Kartini.

Baca Juga  Jokowi: Rp 700 Triliun untuk Pulihkan Ekonomi Nasional

Cita-cita, Nilai luhur, Semangat dan Karya Pikir Kartini

Mari kita kembali membuka Buku Habis Gelap Terbilah Terang, buku kumpulan surat –surat yang ditulis oleh Kartini kepada teman-temannya di Eropa.

Kumpulan surat- surat Kartini  tersebut di kumpul dan dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul  Tot Duisternis Door Light  yang artinya Kegelapan Menuju Cahaya.

Buku tersebut pertama kali diterbitkan pada tahun 1911 Kemudian pada tahun1922 oleh Empat Saudara buku tersebut disajikan  dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap terbitlah Terang.

Mencermati buku Habis Gelap terbitlah Terang  akan dijumpai Cita-cita, Nilai luhur, Semangat dan Karya Pikir Kartini. Cita-Cita Kartini antara lain Perempuan  mendapat hak dan kebebasan  yang sama  terutama mendapat kesempatan mengenyam PENDIDIKAN  sehingga harkat kaum perempuan meningkat. Beberapa Nilai luhur Kartini diantaranya;

  1. Nilai keberanian dan pantang menyerah, sekalipun dibendung dan tidak takut gagal .
  2. Nilai ketekunan dan kegigihan, Kartini tekun membaca dan belajar bahasa  Belanda dan Inggris. Melalui membaca membuka jendela dunia , menjadi tahu dan cerdas.Melalui kemampuan berbahasa ia mampu berkomunikasi dan berdiskusi.
  3. Nilai gotong royong,
  4. Nilai religious dan tolerans,  menghargai perbedaan  seperti teman2nya beragama non muslim namun tetap  saling menghormati.
  5. Nilai Inovatif dan independent, berusaha keluar dari kebiasaan yang merugikan dan menghambat kemajuan. Semangat Kartini antara lain dapat dikemukakan yaitu semangat Emansipasi, , semangat pengabdian dan semangat belajar.

Kartini  berusaha agar perempuan  keluar dan melepaskan diri dari kedudukan yang tidak adil dan setara dengan kaum laki-laki. Karya pikir Kartini; menyangkut antara lain Emansipasi perempuan  untuk memperoleh persamaan, kebebasan , otonomi  dan kesetaraan hukum.

Merayakan Hari Karitini di Masa Covid-1 dan Pasca Siklon Tropis Seroja

Menurut catatan yang ada, Indonesia  mengatakan kasus Covid -19   pertama kali dikonfirmasi pada senen 2 Maret 2020, namun menurut beberapa pendapat yakni Tim pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas  Indonesi (FKM UI)  memprediksi Virus Corona  telah masuk Indonesia sejak minggu ke 3 Januari 2020.

Baca Juga  PROVICIAT… Gubernur VBL Bawa NTT Urutan Tiga Daerah Inovatif Versi Kemendagri

Dengan demikian sudah setahun lebih Virus Corona masuk Indonesia. Terkait dengan Hari Kartini , maka tanggal 21 April 2020 untuk  pertama kali kita merayakan  Hari Kartini masa Pandemic Covid-19.

Kembali tanggal 21 April 2021 kita merayakan hari Kartini di masa Pandemic Covid-19. Kita tidak bisa berpawai memakai pakaian Kartini, bertanding dan macam-macam kegiatan yang dikreasi untuk merayakan hari Kartini Fakta yang ditemui , meskipun pandemic Covid 19 tetap melanda Indonesia, ternyata  semangat memperingati hari Kartini tetap terasa, tetap menjadi Kartini2 di masa Pandemic Covid- , dan Pasca Siklon Seroja yang memporakporanda , melenyapkan  Harta, benda, dan nyawa.

Dengan berbagai cara sederhana perempuan dan laki-laki termasuk di NTT tetap merayakan Hari Kartini. Dengan WFH dan Stay At Home, dapat membaca, meningkatkan ketrampilan melalui webinar On line menekuni kerja home care- al membantu anak belajar dan domestic activity, menanam –berkebun, berjualan on line,   mengembangkan hobi- menjahit masker, meracik obat dan jamu-jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh, melaksanakan kegiatan spiritual, dan gotong royong membangun rumah2 yang rubuh dan hilang,  membersihkan puing-puing kehancuran akibat siklon Tropis Seroja.

Termasuk menyalurkan tali kasih bagi yang sedang terpapar Covid -19 dan terkena  musibah Siklon Tropis Seroja. Tidak ada kumpul massa , tidak ada – membawa rombongan besar yang tidak jelas tupoksinya, sebab pengumpulan massa  berpotensi menyebarkan Covid-19. Relawan Siklon Seroja  adalah mereka yang dengan iklas membantu masyakarat yang sedang susah dan tidak mampu bangkit karena bena-benar tak punya modal fisik, social dan akses untuk bangun.

Sebagai contoh, Mama Lena (bukan nama sebenarnya ), seorang Janda dengan 2 anak yakni perempuan berumur 9 tahun dan laki-laki berusia 11 tahun , duduk di kelas 3 dan 5 SD.

Mama Lena bekerja sebagai tukang cuci strika di 3 keluarga BTN setiap hari Senen, Rabu dan Kamis, Hari Minggu, Selasa, Jumat dan Sabtu  Mama Lena melakukan kegiatan keagamaan dan menemani anak2 di rumah sekaligus bertanam dan membersihkan rumah karena 6 lembar seng rumahnya tertiup angin entah kemana.

Baca Juga  Bangun Wilayah Perbatasan Sebagai Serambi Depan Negara

Penulis bertanya pada nya: Mama Lena hari ini adalah Hari Kartini. tidak atur anak perempuan pakai baju adat untuk merayakan  hari Kartini di sekolah ko?.  Di jawab “tidak”. Mama Lena melanjutkan : Ya tempo dulu, sejak SD di kampong kami rayakan Hari Kartini, saya kagum  belajar sejarah dan melihat foto Kartini, beliau Perempuan Pintar, Sederhana, Cantik, Berwibawa, Gesit, Sanggul dan Kebayanya sangat khas.

Cara saya merayakan Hari Kartini di masa pandemic Covid 19 dan Pasca Siklon Seroja, yakni bekerja mencari uang untuk urus anak2 terutama sekolah mereka, menjadi perempuan yang hidup sesuai dengan perintah Tuhan, Saya berdoa agar anak2 saya tidak hidup seperti saya, mereka harus sekolah, dengar2an pada orang tua dan takut akan Tuhan dan kelak bisa hidup lebih baik dari beta…..Setiap pagi jam 4.30 beta bangun pagi , bamasak , kemudian anak2 bantu bersihkan rumah, dan sarapan pagi dan siap belajar darling di rumah keluarga dekat rumah yang punya WIFI.

Saya ke tempat kerja berjalan kaki, pakai masker dan saat di tempat kerja saya SMS anak-anak , dan bertanya sudah makan,  tidur siang dan kemudian belajar.

Sore hari saya pulang rumah membawa sayur untuk dimakan besok.  Sesekali saya membawa anak2 ke tempat kerja agar mereka melihat bagaimana mamanya  bekerja yang halal dan jujur.

Saya seminggu sekali buat ramuan tradisional yaitu Jahe, serei, kunyit, daun sirih dan daun sambiloto untuk diminum oleh kitong  bertiga.

Kitong perempuan sekarang , merayakan hari Kartini dengan cara tetap tunjukkan nilai dan semangat R.A. Kartini. Pintu sudah terbuka, cita-cita yang diperjuangkan Kartini sudah kita nikmati.

Jadikan  Pribadi Kartini dengan berpegang pada cita-cita, nilai, semangat, karya pikirnya sebagai bagian dalam karya dan pengabdian kita sehari-hari

SELAMAT MERAYAKAN HARI KARITINI

21 April 2021

Mintje Ratoe Oedjoe

admin

admin

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *