Bersiap-Siaplah, Juri Festival Desa Binaan Bank NTT Segera Turun

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
RAPAT JURI. Lima dari enam orang juri Festival Desa Binaan Bank NTT, yakni (kiri ke kanan), Stenly Boymau, James Adam, Paul Liynto, Johny Rohi, dan Dedy Safari, seusai rapat yang dihadiri Reinhard Djo dari Bank NTT, dan anggota panitia yang lain. (foto: Dok. Bank NTT)

KUPANG, MediatorStar.com – Bagi 47 Bumdes peserta Festival Desa Binaan Bank NTT yang tersebar di 21 kabupaten di NTT, bersiap-siaplah. Pasalnya, enam orang juri sudah memantapkan persiapan untuk melakukan uji petik, serta verifikasi data dan fakta di lapangan. Jumat (28/5) petang, enam orang juri melaksanakan rapat pemantapan terkait teknis pelaksananaan penjurian, di aula lantai lima kantor pusat Bank NTT.

Reinhard Djo, selaku salah satu officer dan panitia Bank NTT, saat memimpin rapat, menjelaskan beberapa point penting seperti jadwal yang sudah ditetapkan serta materi penilaian yang sudah dibuat. Adapun jadwalnya, yakni pada 2-25 Juni, dengan lokasi tiap anggota juri yang ditetapkan terpisah. Lokasinya tidak sama. Satu orang juri dijatahi tiga sampai empat kantor cabang dengan total lokasi yang dinilai pun tidak sama, karena tiap kantor cabang Bank NTT, mengirim satu hingga empat lokasi desa binaan.

Dalam rapat yang berlangsung selama hampir tiga jam itu, keenam orang juri membahas hal-hal teknis penjurian seperti menyepakati nilai batas atas dan bawah seturut persentase tiap item yang sudah ditetapkan.

DR. James Adam selaku ketua tim juri, yang berasal dari unsur akademisi/ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) NTT, memaparkan, ada empat simpul yang akan diwawancarai oleh tiap juri. Dan, setiap data yang diambil, dianalisa serta ditentukan persentasenya. Juri dalam aktivitasnya, sudah diberi sedikit referensi berupa video singkat yang menggambarkan tentang profil lokasi yang akan dinilai. “Dengan video ini, kita harap menjadi acuan bagi setiap juri yang akan turun ke lapangan,”tegas James.

Hadir dalam rapat secara online dan offline itu, enam orang juri. Selain DR James, juga hadir Ir. Paul Liyanto (Ketua KADIN NTT), Handrianus P. Asa (Manager pada Bank Indonesia), Stenly Boymau (media konsultan perbankan), Desy Safari (Otoritas Jasa Keuangan), Johny Rohi (Dinas Parekraf NTT).

Baca Juga  Bank Indonesia dan OJK Akui Kinerja Bank NTT Sudah On The Track

Sebelumnya, inovasi brilian ini dihadirkan demi mempertegas prinsipnya sebagai ‘Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat’.

untuk diketahui bahwa ini juga sebuah inovasi baru dari Dirut Bank NTT Harry Alex Riwu Kaho dan timnya. Desa binaan ini tersebar di seluruh kabupaten di NTT, dan jumlahnya bervariasi tiap daerah. Lagipula, inovasi ini mendapat apresiasi dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. “Inovasi dari Bank NTT ini bagus. Menjembatani potensi-potensi masyarakat lalu dipasarkan secara digital melalui Bumdes. Bagus ini,”tegas Gubernur Viktor, Selasa (25/5). Saat itu dia memberi apresiasi karena Bank NTT sebagai perusahaan daerah, sudah melakukan loncatan-loncatan di dunia digital.

“Makanya saya bilang bahwa kehadiran Bank NTT sebagai BPD harus mampu menjadi stimulus sehingga harus melakukan kolaborasi dengan baik,”tegasnya.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alex Riwu Kaho menegaskan tujuan dari festival desa binaan Bank NTT ini, adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa yang Multiply Effect, menciptakan desa binaan yang mandiri berbasis digital, sentralisasi produk perbankan baik itu produk dana pihak ketiga (DPK) dan Kredit, sebagai media promosi dan pemasaran produk Bank NTT. (boy)

admin

admin

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *