MENGGETARKAN…! Gubernur Viktor Bicara Pancasila di Tempat Pengasingan Bung Karno

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
GUBERNUR NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat berorasi. (foto: istimewa)

ENDE, MediatorStar.com – “KITA patut bangga, karena NTT adalah tempat dimana Presiden Soekarno melakukan kontemplasi, dan dalam kontemplasi itu, beliau menemukan nilai-nilai luhur bangsa, yang dirumuskan dalam Pancasila. Kita ini istimewa, karena the founding father bangsa ini, menemukan kekayaan terbesar bangsa kita, dan merumuskannya di NTT, di Kota Ende.” Demikian Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutan pembukanya, di depan ratusan warga Desa Detusoko Barat Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende, 25 Mei lalu. Hadir saat itu Bupati Ende, H. Jafar Ahmad, serta pada kepala desa dan ratusan tokoh adat atau mosalaki dari beberapa suku dan warga.

Gubernur Viktor melanjutkan, dalam kontemplasinya, Sukarno menemukan nilai yang sejatinya, akan mempersatukan bangsa ini kedepan. Indonesia saat ini sangat kaya akan potensi adat istiadat, budaya dan bahasa serta agama. Nah ini harus diikat menjadi satu kesatuan yang utuh. Warisan leluhur tak harus koyak karena peradaban.

“Inilah yang membuat saya terus membiasakan kita menyapa dengan salam yang lengkap. Yakni salam nasional. Di awal, ketika saya memulainya, ada yang canggung. Bicara Assalamualaikum di dalam gereja, ada yang kikuk balas.

Begitu pula ketika salam pakai Shalom dan Salve dalam masjid. Ini adalah kekayaan kita, yang mana toleransi harus terus digaungkan. Ini nilai hakiki yang merupakan kekayaan terbaik bangsa,”tegas Gubernur Viktor.

Tak hanya itu, melainkan hal yang sama ditekankan saat berdiri di hadapan ratusan guru dan siswa SMK 3 Ende. Dari atas podium, suara Viktor menggelegar, seolah menyadarkan generasi muda bangsa untuk segera sadar dari tidur panjang.

“Kepada adik-adik, saya pesan untuk terus merawat dan melestarikan nilai-nilai Pancasila. Jangan mau ditipu oleh ideologi-ideologi yang justru merusak tatanan hidup kita serta merusak toleransi,”pesan Gubernur Viktor.

Baca Juga  Pemprov Dukung, Siap Sukseskan Rally Wisata Trip Daratan Timor

Pantauan media ini selama mengikuti roadshow Gubernur dan rombongan, pesan ini tak henti digaungkan. Baik itu ketika berkunjung ke Labuan Bajo, Lembor, Ruteng, Colol, Borong, Kisol, Bajawa maupun Ende.

Di awal sambutannya, yang disampaikan dengan intonasi yang khas, yakni kencang, Viktor selalu berpesan demikian. Yakni pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Di Ende, tempat pengasingan Bung Karno, Gubernur Viktor didaulat sebagai anak suku dalam sebuah ritual adat di dalam rumah adat tradisional Sa’o, di Detusoko Barat Bung Karno di Ende.

Sejarah mencatat bahwa Pancasila lahir di Kota Ende, NTT, ketika Presiden Pertama, Sukarno, dibuang disana.
“Setelah menemukan dan merumuskannya secara baik, lalu Sukarno menyampaikannya pada sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945. Saat itu beliau melontarkan gagasan, hasil permenungannha kepada anggota sidang soal Pancasila,”tegas Viktor lagi.

Sekilas sejarah, Bung Karno diasingkan ke Ende selama empat tahun yakni sejak 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938.

Rumah pengasingan Bung Karno terletak di jantung kota Ende. Skenario Belanda mengasingkan Bung Karno, demi memutus hubungan dengan para loyalisnya. Di Ende, Bung Karno bersama sang istri, Inggit Garnasih, Ratna Djuami (anak angkat), serta mertuanya, Ibu Amsi. Mereka menempati rumah Abdullah Ambuwawu.

Dalam tatap muka dengan Gubernur Viktor, saat di Ende, 25 Mei lalu, Bupati Ende, H. Jafar Ahmad menginformasikan bahwa di bulan Pancasila ini, Pemkab Ende menggelar kontes wajah mirip ibu Inggit Garnasih. “Ini sekadar agar kami terus mengenang Bung Karno dan keluarga bahwa mereka pernah diasingkan di Ende.

Kami harap pak gubernur bisa hadir dan menyerahkan hadiah,”tegas Jafar. Ikut hadir saat itu, sejumlah pejabat Pemprov NTT, staf khusus. Sedangkan hadir pula pejabat-pejabat lain seperti Dirut Bank NTT, Harry Alex Riwu Kaho, Dirpem Kredit, Paulus Stefen Messakh, dan sejumlah Kadiv. (stenly boymau/*)

Baca Juga  Thomas Tiba Minta Maaf, Hormati Dinamika Golkar Terkait Pilkada
admin

admin

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *