Simak, Siapa Bung Karno di Mata Prabowo Subianto

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
FOTO : Prabowo Subianto(kiri) dan Megawati Sukarno Putri(kanan) hadie bersama dalam peresmian Patung Presiden Republik Indonesia yang pertama Dr. Ir. Sukarno (NET)

PRESIDEN pertama RI, Ir. Sukarno adalah tokoh, ikon yang menjadi pionir dalam kemerdekaan bangsa Indonesia. Untuk mengenang dan melestarikan semangatnya, maka Kementerian Pertahanan RI, membangun sebuah patung di halaman Gedung Utama Kementerian Pertahanan RI, dan diresmikan Minggu (5/6) tepat di hari lahir Bung Karno. Seremoni itu dihadiri Menhan Prabowo Subianto, serta mantan Presiden RI, Megawati Sukarnoputri. Dalam sambutannya, Prabowo berbicara mengenai Sukarno, dan nilai-nilai penting yang harus diingat oleh bangsa ini. Simak sambutan Prabowo Subianto, yang dikutip MediatorStar.com dari fanpage Prabowo Subianto:

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa para pahlawannya”

Alhamdulillah, pada hari ini, Minggu 6 Juni 2021 bertepatan dengan hari kelahiran sang proklamator telah diresmikan Patung Presiden Republik Indonesia yang pertama Dr. Ir. Sukarno oleh Presiden Republik Indonesia kelima, Ibu Megawati Sukarnoputri di halaman Gedung Utama Kementerian Pertahanan RI, acara ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Bung Karno bukan saja presiden pertama, beliau merupakan Proklamator Kemerdekaan RI dan juga penggagas ideologi negara kita yang hingga saat ini berhasil mempersatukan bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Karena itulah sepantasnya sebagai generasi penerus, kita wajib mengenang, mencontoh dan menauladani perjuangan beliau.

Patung Presiden Soekarno ini menceritakan saat beliau menjadi Inspektur Upacara pada 5 Oktober 1946 di Yogyakarta. Momen tersebut ketika memperingati Hari Angkatan Perang dan untuk pertama kalinya Indonesia mendeklarasikan memiliki angkatan perang yang siap menjaga kedaulatan NKRI, dan beliau sebagai Panglima Tertinggi pertama. Sebagai tradisi, beliau diminta kesediaannya menjadi Inspektur Upacara dengan menunggangi seekor kuda.

Kita mengetahui sejarah bahwa pada saat itu Bung Karno jarang naik kuda tetapi beliau menyadari perannya sebagai panglima tertinggi, maka setelah latihan 3 hari, beliau kemudian bersedia menjadi inspektur upacara.

Baca Juga  Jokowi: Rp 700 Triliun untuk Pulihkan Ekonomi Nasional

Ini bukan bagian dari mengkultuskan individu, ini bukan memuja-muja sejarah masa lalu tapi ini adalah cara kita menjaga warisan nilai-nilai kebangsaan dan mengingatkan sejarah bangsa.

Generasi muda harus mengerti dan sadar dari mana kemerdekaan kita berasal. Kita tidak serta merta dapat hadiah. Kemerdekaan ini direbut dengan darah, keringat dan air mata.

Marilah kita bersama-sama berjuang agar nilai-nilai Bung Karno, nilai-nilai Pancasila tetap bertahan dan dipertahankan oleh seluruh generasi-generasi penerus di hari-hari dan tahun-tahun yang akan datang

Semoga cita-cita Bung Karno terwujud. Indonesia berdiri diatas kaki kita sendiri, Indonesia dihormati oleh seluruh bangsa di dunia, rakyat Indonesia meraih kesejahteraan dan kemakmuran dan keadilan. Aamiin. (**/net/msc)

admin

admin

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *