Bank NTT Full Support Hadakewa Night Paradise, Ikan Teri Tembus Tokopedia dan Shopee

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
MENIKMATI PANORAMA HADAKEWA. Juri dan jajara pimpinan Bank NTT Lewoleba, seusai menikmati caffee on the boat. Hanya di Hadakewa. (Foto-foto: Dok Bank NTT dan Bumdes Hadakewa)

APRESIASI yang tinggi atas kepedulian Bank NTT dalam mengeksplore potensi wisata di NTT khususnya di Desa Hadakewa Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata.

Pimpinan Cabang Bank NTT Lewoleba, Ruben Ludji kepada juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Stenly Boymau menjelaskan seperti apa pola pendampingan mereka kepada usaha yang dikelola Bumdes 7 Maret Hadakewa.

Bank NTT menurutnya, masuk dalam skema pelayanan serba digital. Dan saat ini sudah ada 7 agen DI@ BIS@ di Hadakewa. Mereka tersebar di desa dengan populasi penduduk berjumlah 1106 jiwa yang terdiri dari 247 KK, 13 PNS, 7 pensiunan dan selebihnya adalah petani dan nelayan.

“Agen-agen ini setelah kita pantau aktivitas transaksinya, lumayan tinggi. Sertiap bulan bisa 100 kali dengan transaksi terbanyak adalah pembelian pulsa HP, token listrik maupun transfer.

Kami punya data-datanya, ada rekening korannya. Nah ini menandakan bahwa masyarakat disini sudah bisa menerima kehadiran layanan perbankan secara digital,”jelas Ruben sembari menambahkan bahwa hal yang sama terpantau di Hadakewa Night Paradise.

Ada satu buah LOPO DI@ BIS@ yang dihadirkan di tengah pusat kuliner khas Hadakewa. Mereka mendesainnya menjadi spot foto menarik, karena merupakan identitas khas Hadakewa. Selain itu mereka pun memiliki papan nama besar yang ikonik, di gerbang depan.

“Sebenarnya memang ini kesampatan kita untuk eksplore. Jadi kita pantau, transaksinya terus naik. Ada tunai, ada juga non tunai. Apalagi setelah kita masuk ke digitalisasi semua produk pembayaran,”tegas Ruben sembari berharap, dengan adanya pariwisata sudah meningkatkan taraf hidup masyarakat. Artinya, sekarang sudah ada tambahan penghasilan.

“Biaya masuk sudah bayar Rp 5 ribu, belum pesan makan atau menikmati aneka permainan yang disediakan. Kita sudah gandeng Badan Pendapatan Daerah Lembata, minimal untuk peningkatan PAD. Bisa juga tempat parkir dan sebagainya. Jadi ini hubungan saling menguntungkan. Mudah-mudahan suatu saat sudah selesai masa bhaktinya (Klemens Kwaman) sebagai Kades, minimal sudah ada dasar yang diletakkan dan pengganti dengan pikiran yang sama,”harap Ruben. Karena baginya, Klemens sudah meletakkan masa depan daerah Hadakewa.

Baca Juga  Hadakewa, Surga yang Dieksplore Bumdes, Dimotivasi Bank NTT

Sebagai pimpinan Bank NTT di sana, dia melihat ada banyak keuntungan yang diperoleh warga setempat, selain ada pemasukan tambahan yang nilainya tinggi, juga pola pembayaran gaji yang tersentralisasi. “Ini kelebihan-kelebihan di Hadakewa bahwa semua pelaku disini merasakan manfaatnya. Semuanya menggunakan jasa bank. Ada penabung disini, minimal bank juga diberi ruang untuk berkreasi, dan ada semacam hubungan saling menguntungkan.”

Yang mereka syukuri adalah, Bumdes bahu membahu mendukung program yang ditawarkan, serta Pemda pun memfasilitasinya, dengan berbagai layanan. Terpantau, kehadiran Bank NTT sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga. Selain seluruh produk disana, dikemas dengan baik, hygienis, juga ada sertifikat laik konsumsi.

Juga ada logo Bank NTT di setiap produk, antara lain kemasan ikan teri. Pembayaran disana menggunakan cara manual dan digital, yakni M Banking Bank NTT.  Klemens Kwaman, sang Kades Hadakewa menegaskan, mereka berterimakasih atas kontribusi Bank NTT. Karena sejak pendampingan dari awal sampai sekarang, mereka kian melejit. “Produk-produk binaan Bumdes Hadakewa sudah kami jual di Tokopedia dan Shopee,”tegasnya bangga. (boy)

admin

admin

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *