Mau Melihat Duyung dari Jarak Dekat, Datanglah ke Alor

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
ATRAKSI. Dugong atau oleh masyarakat Alor disebut ikan duyung, saat melakukan atraksi di perairan laut Mali, Alor, Rabu (16/6/2021) sekira pukul 10.45 Wita. Video Dok. MediatorStar.com

KALABAHI, MediatorStar.com – DUYUNG adalah makluk air yang secara mitologi, memiliki tubuh layaknya seorang perempuan dari pinggang sampai kepala, sedangkan bagian tubuhnya dari pinggang sampai ke bawah menyerupai ikan.

Selama ini kisah putri duyung hadir dalam legenda kuno, dan disajikan dalam ceritera rakyat di beberapa daerah. Benarkah putri duyung ini yang berada di perairan Alor, sebuah kabupaten di Provinsi NTT? Masyarakat setempat, menyebut mamalia raksasa berukuran panjang dua meter lebih ini sebagai duyung, yang bahasa lokalnya disebut Dugong. Di Alor, Anda bisa melihat mamalia laut ini dari jarak yang sangat dekat. Hampir menyentuhnya. Benar.

Media ini, Selasa (16/6/2021), melakukaan trip ke lokasi. Pagi sekira pukul 10.25 WITA, rombongan tiba di Pantai Mali, sebuah lokasi yang tak jauh dari Bandara Mali. Dari sana, rombongan diajak menumpang sebuah perahu ukuran kecil, yang kerab disebut ‘ketinting’. Perahu itu bermuatan enam penumpang ditambah pemilik dan seorang perempuan paruh baya sebagai pemandu.

Tak lama, perahu dihidupkan dan kami pun bertolak ke tengah. Lokasinya tak jauh dari dermaga. Dalam perjalanan ke titik munculnya dugong, kami dengan leluasa menikmati indahnya panorama alam laut. Hutan lamun kecoklatan, dapat kami nikmati sepanjang perjalanan. Air lautnhya sangat jernih. Aneka ikan warna-warni meliuk indah di sekira perahu kecil yang terus melaju membelah ombak. Kami pun kian penasaran dengan si putri duyung ini. Seperti apa rupanya. Benarkah mirip manusia? Apakah bisa tersenyum? Seperti apa rupanya, yang konon dari pengakuan banyak orang, sangat menggemaskan tingkahnya.

Beberapa warga bertestimoni bahwa Dugong biasanya bermain-main, meliuk indah ketika ada tamu yang datang. Dia seolah ingin mempertontonkan kecantikannya, dan kepiawaiannya menari di laut. Sekira 20 menit perjalanan, kami sudah tiba di lokasi Dugong biasa bermain.
Sebuah benda kecoklatan, berukuran besar, perlahan mendekati perahu. Semua kegirangan. Ternyata itulah Dugong, yang kerab disebut putri duyung. “Hati-hati, jangan panik. Tetap di tempat dan jangan ke kiri atau ke kanan perahu karena jika tidak seimbang, kita bisa tenggelam,”demikian arahan pemandu itu sembari tersenyum lucu melihat tingkah penumpang yang terus histeris.

Baca Juga  Abner Yetimau, Benteng Hidup Penjaga Kampung Adat Takpala

Hampir semua tamu yang kesana, memanggilnya MAWAR. Mungkin karena cantik, atau lambang dari seorang putri, demikianlah mereka menyebutnya. Tidak sekali Duyung itu mendampingi kami. Ternyata benar seperti apa yang dikisahkan orang-orang, bahwa Duyung suka bermain dengan setiap tamu yang datang kesana. Kami sangat menikmatinya.

Beberapa kali dia meliuk indah di samping perahu kecil kami, lalu mengeluarkan kepalanya, matanya yang kecil seolah menatap kami, sembari dia membuka mulutnya. Punggungnya dibiarkan lama berada di permukaan air, lalu tenggelam dan ekornya dinaikkan menjulang.
Kami terhibur dengan atraksi lucu itu. Berulang kali. Ternyata benar. Dugong suka sekali membuat tamunya bergembira. Dia menari-nari seolah memeluk perahu. Dari kiri, dia lalu menyelam lalu muncul lagi di sisi kanan perahu sambil terus beratraksi dan kami pun tak hentinya mengambil video dan foto.

Namun siapa sangka, setiap pengunjung dilarang memberi makan, bahkan menyentuhnya. Tidak diperbolehkan. Ada kasus dimana beberapa tahun lalu, ada pengunjung yang berenang, lalu memberi makan. Pemerintah Kabupaten Alor menerbitkan sejumlah regulasi yang membatasi aktivitas pengunjung, agar Dugong ini tidak diganggu. Padahal, beberapa pengunjung merasa gembira karena ketika mereka berenang, tiba-tiba Dugong datang dan menyandarkan kepalanya di bahu lalu mengajak bermain.

“Sebelumnya ada dua disini. Katanya sepasang, jantan dan betina, namun sekarang tinggal satu saja. Yang betina sudah liar, tidak tahu kemana,”tegas sang pemandu. Dugong juga ada di beberapa lokasi, seperti di Pura. Namun demi kelestariannya, maka aktivitas pengunjung dibatasi agar tak mengganggu mereka.

Ternyata, Pemkab Alor mempunyai agenda wisata. Juli nanti, akan ada festival memanggil Dugong, dan tahun-tahun sebelumnya, seremoni ini selalu dihadiri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama sejumlah tamu. Saat itu, sesepuh masyarakat setempat memanggil Dugong lalu mamalia laut ini muncul ke permukaan dan melakukan sejumlah atraksi lucu.

Baca Juga  Ratusan Karyawan Jabalmart Test Arena Outbound, Ada yang Histeris Kegirangan

Untuk diketahui, ikut bersama MediatorStar.com dalam perahu, Pimpinan Cabang Bank NTT Kalabahi, Charles Corputy, Lavny Manesy dari Bank NTT kantor pusat, dan sejumlah pegawai. (boy)

admin

admin

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *