“NU Bukan hanya Milik Kelompok Tertentu”

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
PILAR BANGSA. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan saat pembukaan Konferwil NTT yang berlangsung Sabtu di Asrama Haji Kupang. Foto: Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

MEDIATORSTAR.COM, Kupang
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi NTT, Jumat (3/9/2021) lalu menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) yang berlangsung di Asrama Haji Kupang, Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo. Hadir dalam seremoni pembukaan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni, para petinggi NU NTT dan kabupaten/kota, serta para undangan.
Dalam sambutannya Gubernur VBL menekankan mengenai peranan NU yang sangat besar bagi Bangsa Indonesia. Kontribusi NU menurut VBL sangat nyata, untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Bagi saya pribadi, orgaisasi Nahdlatul Ulama bukan saja sebuah organisasi keagamaan akan tetapi merupakan sebuah organnisasi kebangsaan, yang patut dimiliki oleh seluruh anak bangsa ini. NU bukan hanya milik kelompok tetapi merupakan milik bangsa karena orang-orang didalam NU mempunyai satu kesamaan yaitu berpikir untuk bangsa,”tegas VBL.
Saat itu dia memberi bukti bahwa jika saat ini saudara-saudara kita yang beragama Khonghucu boleh merayakan Imlek, itu karena berkat perjuangan salah satu petinggi NU yaitu Alm. K.H. Abdurahman Wahid. Dia menyebut kehadirannya pada pembukaan Konferwil itu bukan hanya suatu kewajiban sebagai seorang gubernur melainkan adalah wujud dari rasa terimakasih dia kepada para ulama yang telah menjadi fondasi pendiri dari seluruh nilai-nilai kebangsaan.
“Maka dari itu organisasi NU tidak boleh hanya dijaga oleh saudara-saudara kita yang beragama Islam tetapi oleh kita semua karena orgnisasi ini milik kita bersama,”tegas VBL saat itu.
Asal tahu saja, bahwa acara pembukaan Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama ke 10 Prov. NTT dirangkaikan dengan penyerahan hibah tanah dari Pemerintah Provinsi NTT Kepada Pengurus Besar NU Prov. NTT.
Lebih jauh ditegaskannya bahwa dia ingin agar kita semua di Provinsi ini berhenti melihat kemiskinan sebagai salah satu yang telah memenjarakan kita dari cara berpikir, cara bertindak dan cara berkata.
“Kita harus terlahir bebas untuk melihat masa depan kita. Karena jika kita hanya melihat semata-mata dari sisi kemiskinan provinsi ini maka kita tidak akan keluar dari kemiskinan ini. Tetapi kita harus menjadi orang-orang besar dengan cara berpikir yang besar agar kita bisa keluar dari kemiskinan,”tegas VBL dari atas podium.
Menurutnya, perubahan tidak memerlukan banyak orang yang terlibat karena sebanyak apapun orang yang terlibat tetapi tidak dilakukan dengan “Militan” maka akan sia-sia upaya perubahan tersebut. “Akan tetapi jika dilakukan dengan “Militansi”, dengan pengetahuan dan keyakinan kita maka saya yakin perubahan itu akan terlihat. Oleh karena itu saya terus mendorong agar kita tidak hidup hanya untuk menerima nasib kita akan tetapi kita harus menentukaan nasib kita kita harus punya keyakinan bahwa provinsi ini mempunyai masa depan yang luar biasa,”pungkasnya.
Acara pembukaan ditutup dengan pemukulan gong oleh Gubernur NTT sebagai pertanda dibukannya Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama ke 10 Prov. NTT. (***/MSC01)

Baca Juga  Masyarakat Sabu Partisipatif, PSU Sabu Raijua Pasti Aman
REDAKSI MEDIATORSTAR

REDAKSI MEDIATORSTAR

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *