Bank NTT Gelar RUPS Luar Biasa, Rubah Nomenklatur Direksi dan Rotasi Pengurus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
BERI KETERANGAN. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, didampingi para dreksi bersama ketiga komisaris yakni Komisaris Utama, Juvenile Jodjana, dan dua komisaris independen masing-masing Samuel Djoh Despasianus dan Frans Gana, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Senin petang tadi seusai RUPS Luar Biasa. Foto: Istimewa

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Bank Pembangunan Daerah NTT, Senin (18/10/2021) siang, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Dalam agenda penting ini, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai pemegang saham pengendali, hadir dan memimpin secara langsung. Dia didampingi Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi. Nampak hadir seluruh pengurus baik itu direksi maupun komisaris Bank NTT. Sementara, hadir juga para bupati yang adalah pemegang saham, yakni Bupati TTS, Egusem P. Tahun, Bupati Sumba Tengah, Paulus K Limu, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas.

Seusai RUPS LB yang berlangsung di ruang rapat gubernur, lantai dua kantor gubernur, Jl El Tari No. 53 Kelurahan Oebobo, Kupang, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menjelaskan kepada wartawan terkait hasil keputusan RUPS LB. Saat memberikan  pernyataan kepada wartawan, Dirut Alex didampingi seluruh direksi dan komisaris, yakni Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu, Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh, Direktur Umum, Johanis Landu Praing. Jajaran komisaris pun hadir lengkap, yakni Komisaris Utama, Juvenile Jodjana, dan dua komisaris independen masing-masing Frans Gana dan Samuel Djoh Despasianus.

Ada lima agenda yang dibahas dalam RUPS LB kali ini, yakni Laporan Direktur Kepatuhan tentang Progres Komitmen Setoran Modal Pemegang Saham Seri  dan Seri B dalam rangka Pemenuhan Modal Inti Minimal Rp 3 Triliun di akhir tahun 2024 PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur. Agenda kedua, Usulan Perubahan dan Penambahan Modal Dasar Saham seri A dan Seri B, agenda ketiga, Usulan Rencana Pergantian Nomenklatur Direksi dalam rangka pemenuhan POJK No. 12 tahun 2021, Roadmap Pengembangan Perbankan 2020-2025 dan juga target Pencapaian Bank Devisa dan mempertahankan Tingkat Kesehatan Bank 2 (Sehat).

Baca Juga  Hebat…!!! Bank NTT Raih Award Bergengsi

Sedangkan agenda keempat, mengenai Laporan ketua Komite Remunerasi (KRN) atas hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatuhan (PKK) Calon Direktur Pemasaran Dana oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan sesuai amanah RUPS-LB tanggal 10 Februari 2021. Agenda kelima, para pemegang saham membahas mengenai usulan penambahan persentase jasa produksi pengurus dan karyawan tahun buku 2021 dengan tercapainya tingkat kesehatan bank menjadi sehat (2) dan usulan perubahan masa bhakti pengurus.

“Dalam RUPS Luar Biasa ini, dibahas beberapa agenda seperti perubahan modal dasar dari Rp 4 Triliun  menjadi Rp 7 Triliun, selaras dengan regulasi POJK yang mana tentang pengelompokan bank dalam buku 1, buku 2, buku 3 dan buku 4, sekarang dirubah menjadi modal inti dan kita menyesuaikan regulasi itu. Dalam RUPS ini juga ada perubahan nomenklatur struktur direksi, serta agenda berikutnya tentang hasil fit and proper test Direktur Pemasaran Dana,”tegas Alex.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait posisi Direktur Pemasaran Dana yang masih lowong, dijawab oleh Alex bahwa dalam RUPS LB ini tidak membahas mengenai pelantikan. “Karena  terjadi perubahan nomenklatur direksi sehingga direktur pemasaran dana berubah menjadi direktur dana dan treasury, dan dijabat oleh Johanis Landu Praing. Ada pergeseran. Jadi, persiapan kita menjadi bank devisa go publik dan perkembangan industri perbankan terkini, digitalisasi dan POJK lainnya maka ada penyesuaian di jabatan direksi,”jelasnya.

Dijelaskan bahwa RUPS LB memutuskan, Direktur Pemasaran Kredit berubah nomenklatur menjadi Direktur Kredit, Direktur Pemasaran Dana berubah menjadi Direktur Dana dan Treasury. Kemudian Direktur Umum menjadi Direktur Teknologi Informasi dan Operasional. Sedangkan Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan tetap menggunakan nomenklatur yang lama.

Sementara, informasi yang berhasil dihimpun Mediatorstar.com, menyebutkan bahwa RUPS Luar Biasa yang berlangsung satu jam lebih itu, memutuskan perombakan dalam struktur pengurus. Ini seiring dengan perubahan nomenklatur. Yakni Direktur Utama (nama jabatan tetap), Direktur Pemasaran Dana berubah menjadi Direktur Dana dan Treasury, dijabat Yohanis Landu Praing¸ Direktur Umum berubah menjadi Direktur Teknologi Informasi dan Operasional, dijabat Hilarius Minggu, merangkap Direktur Kepatuhan, serta Direktur Pemasaran Kredit nomenklaturnya berubah menjadi Direktur Kredit, dan dijabat oleh Paulus Stefen Messakh. Dengan demikian maka kedepan KRN akan menggelar proses untuk perekrutan Direktur Kepatuhan.

Baca Juga  BURUAN… Rumah DP Nol Persen untuk Polri Hanya 396 Unit

Untuk diketahui bahwa RUPS LB ini berlangsung dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Mengingat situasi dan kondisi masih belum memungkinkan, juga dalam rangka mematuhi protokol kesehatan COVID-19, mematuhi himbauan Pemerintah untuk upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 maka RUPS LB ini akan dilaksanakan melalui sarana video conference. Sejumlah pemegang saham, terutama para kepala daerah di daratan Flores, Sumba, Alor, Rote Ndao dan sebagian daratan Timor, akan mengikuti RUPS-LB dengan menggunakan layanan online.

Sementara, tertuang dalam release yang diterbitkan oleh Humas Bank NTT, bahwa terkait upaya manajemen untuk menjadikan Bank NTT sebagai Super Smart Bank sesuai semangat yang dibangun di tahun 2021, maka pada Rabu (15/9), diluncurkanlah kantor kedua dengan layanan smart branch yakni jenis layanan hybrid, atau perpaduan konvensional dengan digital.

Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang yang terletak di Jl. Cak Doko, Kelurahan Oetete Kecamatan Oebobo Kota Kupang, resmi beroperasi menyusul Kantor Cabang Khusus (KCK) yang diresmikan Gubernur NTT pada 17 Juli 2021 lalu. Ini merupakan wujud dari kerja keras manajemen, guna menjadikan Bank NTT menjadi bank lokal yang pelayanannya berstandar nasional. Semoga tidak lama lagi, segera menyusul kantor cabang lain dengan layanan yang sama.

Mengenai pemenuhan modal inti minimum Rp 2 Triliun seperti disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejauh ini modal inti yang sudah terkumpul mencapai Rp 1,9 Triliun dan manajemen optimis, pada akhir tahun sudah genap. Masih ada pemegang saham yang sementara berproses di DPRD untuk rencana dimaksud. Terkait fakta-fakta kemajuan tersebut, manajemen berharap kiranya tidak ada kendala luar biasa sehingga menghambat kinerja kedepan.

Manajemen pun berterimakasih kepada pemegang saham pengendali yang selalu memberikan nasehat serta saran konstruktif, sehingga berdampak pada majunya kinerja manajemen. Kiranya kontrol ini terus dilakukan demi kemajuan Bank NTT. Juga terimakasih kepada regulator, yang terus mengawasi dan memberikan motivasi sehingga bank kebanggaan masyarakat NTT ini masih on the track, sesuai pengakuan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Semoga sinergitas yang terbangun selama ini, memperlancar pencapaian target sebagai Bank Devisa.  (MSC01)

Baca Juga  KADIN NTT Apresiasi Dimonim Air, Tiket ke Pantar Cuma Rp 290 Ribu
REDAKSI MEDIATORSTAR

REDAKSI MEDIATORSTAR

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *