TTS Tertinggi Miliki Penduduk Miskin Ekstrem, Wapres: Akan ada Bantuan Sembako dan BLT

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
DI KUPANG. Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, saat tiba di Kupang dalam kunjungan kerjanya selama dua hari, Sabtu (16/10) dan Minggu. Nampak saat disambut oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Foto: ISTIMEWA

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menempati peringkat paling atas dengan jumlah penduduk miskin ekstrem paling tinggi di Provinsi NTT. Bagaimana tidak, kabupaten yang kini dipimpin Egusem P. Tahun dan Army Konay itu, mengantongi angka paling tinggi dibanding empat kabupten lainnya. Adapun rincian data itu antara lain: Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17.30% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 81.180 jiwa; disusul Kabupaten Sumba Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17,47% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 45.550 jiwa dan  Kabupaten Manggarai Timur di urutan ketiga dengan tingkat kemiskinan ekstrem 15,43% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 44.630 jiwa.

Sementara di urutan keempat, ada Kabupaten Rote Ndao dengan tingkat kemiskinan ekstrem 16,21% jumlah dan penduduk miskin ekstrem 28.720 jiwa dan Kabupaten Sumba Tengah di jurutan kelima dengan tingkat kemiskinan ekstrem 21,51% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 15.820 jiwa.  Sementara, kelima kabupaten di NTT ini menjadi prioritas di tahun 2021. Total jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 212.672 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem 89.410 RT.

RAPAT. Wakil Presiden RI, K.H Ma’ruf Amin, ketika memimpin rapat di aula rumah jabatan gubernur NTT, Minggu pagi. Hadir para menteri dan gubernur, wakil gubernur NTT serta kelima bupati yang daerahnya masuk kategori miskin ekstrem.
 Foto: ISTIMEWA

Data ini mengemuka dalam rapat kerja yang berlangsung Minggu (17/10/2021) di aula rumah jabatan gubernur NTT. Rapat yang dipimpin Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin itu hadir beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju serta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur Josef Nae Soi. Hadir pula Bupati Sumba Timur Chris Praing, Bupati TTS Egusem Tahun, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning, Bupati Sumba Tengah Paul K Limu, dan Bupati Manggarai Timur Andreas Agas. Para Bupati tersebut merupakan kepala daerah dari 5 wilayah prioritas pengurangan kemiskinan ekstrem di NTT.

Baca Juga  Jokowi dan Prabowo Kian Kompak Saja

“Dalam tahun 2021 ini tinggal yang tinggal 3 bulan lagi akan disiapkan bantuan berupa tambahan uang tunai khusus untuk rumah tangga miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas di Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan data yang sekarang tersedia. Untuk program khusus 2021 ini, Pemerintah akan menggunakan program yang ada yaitu Program Sembako dan BLT-Desa untuk memberikan dukungan tambahan bagi kelompok miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas di NTT pada tahun 2021 ini,”demikian penegasan Wapres Ma’ruf Amin dalam release yang diterbitkan Biro AP Setda NTT, Minggu.

Pada kesempatan tersebut Wapres menegaskan bahwa anggaran bukan masalah utama dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem, karena anggaran kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah sudah mencukupi, namun tantangannya adalah bagaimana program tersebut konvergen dan terintegrasi dengan sasaran yang ditetapkan.

Konvergensi merupakan faktor utama dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem untuk memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem mulai dari tahap perencanaan, penentuan alokasi anggaran, penetapan sasaran dan pelaksanaan program tertuju pada lokus yang sama baik itu secara wilayah maupun target masyarakat yang tepat. (***/AP/MSC01)

REDAKSI MEDIATORSTAR

REDAKSI MEDIATORSTAR

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *