Wapres Minta Gubernur NTT dan Bupati Kerja Keras, Ini Profil Lima Kabupaten dengan Kemiskinan Ekstrem

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
BAHAS KEMISKINAN. Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin dalam rangkaian kunjungan kerja terkait prioritas pemerintah untuk pengurangan kemiskinan ekstrem tahun 2021. Momen ini diabadikan ketika Wapres didampingi sejumah menteri dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, saat rapat di aula rumah jabatan gubernur, Minggu (17/10). Foto: Biro AP Setda NTT

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Wakil Presiden Republik Indonesia, dalam rapat kerja yang berlangsung Minggu (17/10/2021) di aula rumah jabatan gubernur NTT, meminta agar Gubernur dan seluruh Bupati wilayah prioritas tahun 2021 di Nusa Tenggara Timur untuk dapat bekerja keras. Para kepala daerah ini diminta harus memastikan agar seluruh rumah tangga miskin ekstrem mendapatkan seluruh program, baik program pengurangan beban pengeluaran maupun program pemberdayaan. Gubernur dan para Bupati agar juga memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing, khususnya yang sesuai dengan karakteristik miskin ekstrem di wilayah masing-masing.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wapres didampingi beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju melakukan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2021 di Provinsi NTT bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur serta Bupati Sumba Timur, Bupati Timor Tengah Selatan, Bupati Rote Ndao, Bupati Sumba Tengah, dan Bupati Manggarai Timur. Para Bupati tersebut merupakan kepala daerah dari 5 wilayah prioritas pengurangan kemiskinan ekstrem di NTT.

Tertuang dalam release yang diterbitkan Biro AP Setda NTT, Minggu, bahwa Provinsi NTT menjadi wilayah terakhir yang dikunjungi Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin dalam rangkaian kunjungan kerja terkait prioritas pemerintah untuk pengurangan kemiskinan ekstrem tahun 2021. Sebelumnya Wapres telah melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Untuk diketahui bahwa pemilihan 5 kabupaten prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di NTT pada tahun 2021 tersebut, didasarkan bukan hanya pada kriteria persentase tingkat kemiskinan ekstrem, tetapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut.

Ukuran tingkat kemiskinan ekstrem yang digunakan mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa Bangsa, yaitu sebesar 1,9 dolar AS PPP (purchasing power parity) per kapita per hari, di bawah ukuran tingkat kemiskinan umum yang digunakan BPS yaitu sebesar 2,5 US dolar PPP per kapita per hari.

Baca Juga  PDI-P Tak Terkalahkan, AHY dan Demokrat Kian Moncer

Setelah rapat kerja, bertempat di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Wapres berkesempatan untuk meninjau showcase beberapa program pengurangan kemiskinan ekstrem yang dilakukan di 5 kabupaten prioritas di Provinsi NTT. Salah satu program yang ditinjau adalah program penyediaan listrik untuk masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan setelah Wapres meninjau showcase beberapa program pengurangan kemiskinan ekstrem yang dilakukan di 5 kabupaten prioritas di Provinsi NTT, Wapres menyampaikan bahwa yang terpenting adalah mencoba mensinergikan program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.  “Saya kira ide-ide yang muncul dan sesuai dengan tantangan dan kondisi di NTT. Kami ingin dalam menerapkan program yang lebih kontekstual yang sesuai dengan apa yang diharapkan”.  (***/AP/MSC01)

Indikator Kesejahteraan Sosial Utama 5 Kabupaten Prioritas TA 2021 di Provinsi NTT

  1. Kabupaten Sumba Timur

Kemiskinan : Tingkat kemiskinan 29,65% jumlah penduduk miskin 77.300 jiwa.

Tingkat kemiskinan ekstrem 17,47% jumlah penduduk miskin ekstrem 45.550 jiwa.

Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem : 57,79% tidak bersekolah, hanya 26,04% lulus SD, 2,55% lulus SMP, 12,14% lulus SMA, dan 1,48% lulus PT.

Lapangan Pekerjaan : 55,82% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.

Infrastruktur Dasar : Rumah tangga miskin ekstrem 3,09% tidak memiliki rumah sendiri, 6,94% tidak memiliki listrik, 46,06% tidak memiliki toilet, 40,42% tidak memiliki akses air minum layak.

Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan : 30,37% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 20,86% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.

Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

  1. Kabupaten Timor Tengah Selatan

Kemiskinan : Tingkat kemiskinan 27,49% jumlah penduduk miskin 128.980 jiwa.

Baca Juga  “Siapa Bilang Amandemen Hal Tabu?”

Tingkat kemiskinan ekstrem 17,30% jumlah penduduk miskin ekstrem 81.180 jiwa.

Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem 45,00% tidak bersekolah, hanya 33,03% lulus SD, 5,44% lulus SMP, 14,37% lulus SMA, dan 2,16% lulus PT.

Lapangan Pekerjaan: 49,15% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.

Infrastruktur Dasar: Rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 51,69% tidak memiliki listrik, 10,14% tidak memiliki toilet, 60,67% tidak memiliki akses air minum layak.

Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan: 12,09% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 13,75% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.

Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

  1. Kabupaten Rote Ndao

Kemiskinan: Tingkat kemiskinan 27,54% jumlah penduduk miskin 48.770 jiwa.

Tingkat kemiskinan ekstrem 16,21% jumlah penduduk miskin ekstrem 28.720 jiwa.

Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem : 28,21% tidak bersekolah, hanya 38,33% lulus SD, 5,80% lulus SMP, 27,16% lulus SMA, dan tidak ada yang lulus PT.

Lapangan Pekerjaan : 52,08% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.

Infrastruktur Dasar : Rumah tangga miskin ekstrem 1,94% tidak memiliki rumah sendiri, 25,90% tidak memiliki listrik, 32,11% tidak memiliki toilet, 37,43% tidak memiliki akses air minum layak.

Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan : 31,71% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 25,46% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.

Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

  1. Kabupaten Sumba Tengah

Kemiskinan : Tingkat kemiskinan 34,49% jumlah penduduk miskin 25.370 jiwa.

Tingkat kemiskinan ekstrem 21,51% jumlah penduduk miskin ekstrem 15.820 jiwa.

Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem : 40,71% tidak bersekolah, hanya 34,88% lulus SD, 9,68% lulus SMP, 12,49% lulus SMA, dan 2,25% lulus PT.

Baca Juga  Disambut Secara Resmi Pemerintah Provinsi,  Pelatih Muaythai Lebih Pilih Naik Pick Up

Lapangan Pekerjaan : 50,36% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.

Infrastruktur Dasar : Rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 25,71% tidak memiliki listrik, 45,40% tidak memiliki toilet, 41,54% tidak memiliki akses air minum layak.

Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan : Hanya 5,55% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, 21,13% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.

Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

  1. Kabupaten Manggarai Timur

Kemiskinan : Tingkat kemiskinan 26,52% jumlah penduduk miskin 76.690 jiwa.

Tingkat kemiskinan ekstrem 15,43% jumlah penduduk miskin ekstrem 44.630 jiwa.

Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem : 11,71% tidak bersekolah, 73,29% lulus SD, hanya 2,45% lulus SMP, 12,55% lulus SMA, dan tidak ada yang lulus PT.

Lapangan Pekerjaan : 49,70% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.

Infrastruktur Dasar : Rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 43,12% tidak memiliki listrik, 12,95% tidak memiliki toilet, 63,05% tidak memiliki akses air minum layak.

Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan : 32,42% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 18,25% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.

Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

Catatan: (*) Sumber pembiayaan dapat berasal dari KUR, bank umum, BPR, koperasi, perorangan, pegadaian, leasing, KUBE/KUB, BUMDES, lainnya.

Sumber: Release Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

REDAKSI MEDIATORSTAR

REDAKSI MEDIATORSTAR

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

1 thought on “Wapres Minta Gubernur NTT dan Bupati Kerja Keras, Ini Profil Lima Kabupaten dengan Kemiskinan Ekstrem

  1. Terimakasih Bpk Wapres sudah kunjungi NTT utk melihat secara dekat akar masalah kemiskinan 5 kabupaten prioritas semoga ada perubahan dan pembaharuan Menuju kualitas yg lebih baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *