Waket KPK Bicara Korupsi di NTT, Boby Lianto Apresiasi Upaya Pencegahan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
SERIUS. Para narasumber saat berdialog tentang korupsi dn permasalahannya di NTT. Hadir Waket KPK, Lilik Pintauli Siregar, Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi dan Waketum KADIN NTT, Boby Lianto. Foto: Dok Biro AP Setda NTT

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar menghadiri dialog publik yang diselenggarakan  oleh TVRI Stasiun Kupoang, Senin (25/10/2021) yang berlokasi di Studio TVRI Kupang. Ikut hadir sebagai narasumber, Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi dan Wakil Ketua umum Kadin Provinsi NTT yang juga Wakil Ketua Komite Advokasi Daerah (KAD) Provinsi NTT, Bobby Lianto.

Lili Pintauli Siregar dalam dialog tersebut menyampaikan bahwa korupsi akan membuat investor takut untuk berinvestasi serta tidak akan adanya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.  “Dari data statistik KPK menunjukkan bahwa yang tertinggi menjadi pelaku tindak pidana korupsi adalah para pelaku usaha. Maka dari itu KPK berpikir untuk turut menyentuh sektor badan usaha karena tidak hanya birokrat saja yang harus kita beri pemahaman tentang tindak pidana korupsi tetapi juga para pelaku usaha,”tegas Lili.

Dia mencontohkan, jika disebuah daerah Birokrasinya berbelit-belit dan perijinan tidak benar tentu akan berdampak pada investor yang akan menanamkan modal di daerah tersebut dan hal ini akan berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

“Maka dari itu dua tahun lalu sudah dibentuk KAD atau Komisi Advokasi Daerah yang ada di daerah dan KAN atau Komisi Advokasi Nasional yang berada pada tingkat Nasional. Komite ini akan berfungsi sebagai forum komunikasi dan advokasi antara regulator dan pelaku usaha,”ungkap Lili.

Saat itu Wakil Gubernur NTT Josep Nae Soi menjelaskan bahwa Pemprov NTT memiliki komitmen yang kuat untuk memberantas tindak pidana korupsi di NTT. Bahkan karena kegigihan Pemprov NTT itulah, mereka diganjar penghargaan dari lembaga KPK. Bukan hanya itu, melainkan pertumbuhan investasi di NTT pun mengalamik peningkatan.

Baca Juga  “WELCOME HOME” T-Land Resort Rote, Terbaik dalam Urusan Wisata

“Pertumbuhan investasi di NTT tahun 2020 adalah sebesar 4,23 triliun atau naik 107,30% dari target RPJMD NTT sebesar 4 triliun. Bulan Januari sampai Juni tahun 2021 investasi yang masuk ke NTT adalah sebesar 2,28 triliun. Jika dibandingkan dengan tahun 2020 pada semester yang sama ada terjadi kenaikan sebesar 16,88%,”runut Josep seperti tertuang dalam release Biro AP Setda NTT.

Sementara, pada kesempatan tersebut Wakil Ketua umum Kadin Provinsi NTT, Bobby Lianto menyampaikan sudah adanya peningkatan pencegahan korupsi di NTT karena keterbukaan informasi yang bisa diakses oleh publik. “Dalam bidang perijinan Pemerintah Provinsi NTT mengalami suatu peningkatan, artinya untuk bagian perijinan semakin terbuka dan terlayani dengan baik. Dan saya sangat senang dengan terbentuknya KAD berkat kerja sama dengan KPK karena yang kita bicarakan adalah mengenai langkah-langkah pencegahan korupsi yang dilakukan dengan harapan akan mencegah korupsi ini sedini mungkin.”  (***/MSC01)

REDAKSI MEDIATORSTAR

REDAKSI MEDIATORSTAR

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *