Pesan Wali Kota: Antisipasi Perpecahan karena Beda Pilihan, Waspada HOAX

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
CANANGKAN. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dan para tokoh saat pencanangan Kelurahan Oesapa Barat sebagai locus pilot project Program Desa atau Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Lurah Oesapa Barat, Kamis (28/10/2021). Foto: Dok. Humas Pemkot Kupang

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT menjadikan Kelurahan Oesapa Barat sebagai locus pilot project Program Desa atau Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3), kegiatan ini ditandai dengan melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan mengukuhkan 25 warga Kelurahan Oesapa Barat sebagai kader pemilu dan pemilihan yang berlangsung di Aula Kantor Lurah Oesapa Barat, Kamis (28/10/2021).

Acara tersebut diikuti secara virtual oleh Anggota KPU RI Divisi Sosialisasi Dan Pendidikan Pemilu, I Dewo Raka Sandy, sementara Ketua KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu, Ketua KPU Kota Kupang beserta jajaran mengikuti secara on-site. Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, Jajaran Forkopimda Kota Kupang, Camat Kelapa Lima, I Wayan Astawa, Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra, SH, Tokoh Masyarakat dan Kader Peduli Pemilu.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH mengaku bangga atas kegiatan yang diprakarsai oleh KPU untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pemilu yang akan datang, program ini merupakan langkah maju untuk menghasilkan semakin banyak warga Kota Kupang sebagai pemilih yang profesional, karena selama ini dalam catatan terdapat banyak konflik saat penyelenggaraan yang terjadi hanya karena perbedaan pilihan.

Menurut sosok yang akrab disapa Jeriko ini, konflik yang terjadi saat pemilu atau pemilihan tidak saja terjadi di antara sesama warga namun dapat terjadi di dalam keluarga hanya karena perbedaan pilihan, “pemilu bahkan bisa menyebabkan perpecahan keluarga hanya karena perbedaan pilihan, membuat keluarga tidak lagi saling menyapa. Oleh sebab itu kegiatan seperti ini sangat penting di samping untuk mengedukasi pemilih di Kota Kupang agar dapat menentukan pilihannya berdasarkan hati nurani, juga mengedukasi masyarakat untuk cerdas memahami demokrasi yang sehat. Juga bagi warga yang nantinya berperan sebagai penyelenggara agar profesional dan tidak memihak ketika bertugas,” ujar Wali Kota.

Baca Juga  HEBAT…  Kerjasama Valentine Group, Walikota Hadirkan Aplikasi Efisiensi Anggaran BBM Pemkot

Wali Kota juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati menerima informasi sehingga tidak termakan hoax yang sengaja dihembuskan oknum-oknum tak bertanggung jawab pada saat musim demokrasi tiba, karena hoax bisa menyebabkan perpecahan dan mengancam keharmonisan hubungan antar sesama bahkan keluarga, “Jangan sampai pesta demokrasi dinodai dengan permusuhan bahkan konflik perpecahan. Perlu dipahami bahwa momentum pemilu hanya lima tahun sekali dan perbedaan pilihan lumrah di negara demokrasi ini,”harapnya.

Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang diselenggarakan oleh KPU di Kelurahan Oesapa Barat tersebut merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan partisipasi dan melahirkan pemilih-pemilih cerdas. Oleh karena itu, Wali Kota mengapresiasi langkah KPU yang melibatkan langsung masyarakat pemilih untuk menjadi kader pemilu yang akan membantu memotivasi, mensosialisasikan dan mengedukasi sehingga tren partisipasi dalam pemilu dan pemilihan dapat meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, “saya membaca ada tren penurunan partisipasi pemilih, dengan adanya perhatian dari KPU bisa mengajak saudara-saudara kita untuk ikut terlibat bersama-sama dalam pemilu sehingga partisipasi pemilih bisa meningkat. Ini juga akan menjadi tanggung jawab kader yang dikukuhkan hari ini untuk bagaimana membantu pemerintah agar angka partisipasi pemilih meningkat, mengedukasi masyarakat agar tidak terpancing isu hoaks, mengajak masyarakat sebagai pemilih cerdas untuk menghindari politik uang dan antisipasi perbedaan pilihan yang menimbulkan perpecahan di antara masyarakat ” pungkas Jeriko seperti dikutip dari release Pemkot Kupang kepada media ini.

Lurah Oesapa Barat, Christian Eko Chandra mengaku bahwa pada tahun 2019, Kelurahan Oesapa Barat mengalami penurunan angka partisipasi masyarakat dalam mengikuti Pemilu, oleh sebab itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada jajaran KPU dan Pemerintah Kota Kupang yang telah berkenan menyelenggarakan kegiatan yang cukup strategis tersebut di Kelurahan Oesapa Barat, menurutnya dengan melibatkan masyarakat sebagai kader demi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi.

Baca Juga  Walikota Peringatkan Lurah, Pegawai Pemkot Wajib Vaksin

Demi kesuksesan kegiatan ini, Kelurahan Oesapa Barat merekrut 25 kader yang berasal dari berbagai elemen masyarakat antara lain tokoh perempuan, tokoh masyarakat bahkan pemilih pemula atau milenial yang masing-masing memiliki peran dan hubungan sosial yang baik di wilayahnya masing-masing. Dirinya berharap setelah mengikuti pelatihan para kader dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya proses pemilu, “kami berharap para kader mampu memahami tentang proses, teknis pelaksanaan pemilu sehingga ke depan para kader dapat menjadi pelaksana pemilu di kelurahan, baik ditingkat PPS maupun KPPS, dengan berbekal pengetahuan yang baik kita harapkan pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Eko.

Sementara itu Anggota KPU RI Divisi Sosialisasi Dan Pendidikan Pemilu, I Dewo Raka Sandy mengatakan bahwa peresmian dan pengesahan Kelurahan Oesapa Barat sebagai locus pilot project Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) dan pengukuhan kader pemilu dan pemilihan berkenaan dengan momentum hari bersejarah, yakni hari sumpah pemuda oleh sebab itu dirinya berharap agar momentum bersejarah ini menjadi dasar pijak dimulainya semangat kegiatan ini di Kelurahan Oesapa Barat.

Dirinya berharap para kader yang dikukuhkan dapat mengikuti program ini, selain mendapat tambahan pengetahuan mengenai pemilu dan demokrasi, juga dapat mengantisipasi kampanye sara, menjadi contoh sehingga memotivasi lahirnya pemilih-pemilih cerdas serta meningkatkan partisipasi pemilih. (***/MSC01)

REDAKSI MEDIATORSTAR

REDAKSI MEDIATORSTAR

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *