Jemaat GMIT Imanuel Oepura Miliki Gedung Baru, Telah Melayani Sejak Jaman Belanda

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
TRANSFORMASI. Gedung gereja Jemaat GMIT Imanuel Oepura, yang berdiri megah di Jl. H.R Koroh Kelurahan Oepura. Gedung gereja ini dibangun sejak tujuh tahun lalu, dan diresmikan serta ditahbiskan dalam ibadah raya Minggu (31 Oktober 2021) tepat di hari ulang tahun gereja yang tahun ini berusia 74 tahun. Foto-foto: Istimewa

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Imanuel Oepura, Minggu (31/10/2021) memiliki gedung baru, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-74. Bangunan megah yang dibangun sejak tujuh tahun terakhir ini terletak di Jl. H.R Koroh Kelurahan Oepura. Saat ini, bangunan dua lantai ini sudah rampung dikerjakan, dan diresmikan dalam kebaktian utama ke-3. Dipastikan hadir ratusan jemaat dan undangan.

Adapun sejarah berdirinya Jemaat Imanuel Oepura (JIO), berdasarkan data yang diterbitkan gereja setempat, dibagi dalam dua kisah. Yakni sebelum Indonesia merdeka dan sebelum GMIT berdiri/ada, yakni periode 1898-31 Oktober 1947. Menurut sejarah, cikal bakal gereja/Jemaat Imanuel Oepura telah ada sekitar tahun 1898 yakni saat bangsa Belanda masuk ke Pulau Timor dan menduduki wilayah Kupang (Koepang) dan sekitarnya.

Bersamaan dengan itu misionaris Belanda menyebarkan agama Kristen Protestan kepada penduduk di wilayah Kupang termasuk Kefetoran (Kerajaan Kecil) Oepura. Orang percaya kepada Tuhan Yesus semakin hari kian bertambah jumlahnya dan pertumbuhan kehidupan persekutuan bergereja dan berjemaat di Oepura mulai terasa sehingga dimulailah kebaktian/ibadah dilaksanakan dari rumah ke rumah.

Selanjutnya karena jumlah orang percaya kian bertambah jiwanya, maka kebaktian/ibadah dilaksanakan juga di bawah pohon/tempat yang lebih luas sehingga disebut juga gereja padang. Kebaktian-kebaktian/ibadah tersebut dipimpin oleh guru Jumat (Guru Injil) baik Bangsa Belanda maupun pribumi. Pada tahun 1902, atas kesepakatan bersama jemaat/umat di wilayah Oepura dan sekitarnya untuk membangun sebuah gedung gereja guna menampung jemaat/umat untuk berbhakti. Hal ini didukung oleh tokoh masyarakat Oepura saat itu yakni Bapak Welhelmus Leylo Foenay selaku Fetor Oepura. Maka dibangunlah gedung gereja semui permanen dengan ukuran 7 X 15 M guna menampung jemaat yang sesuai data awal sebanyak 16- 17 KK (±80 – 100 Orang).

Keberadaan gedung gereja ini menjadi cikal bakal gereja Oepura yang dibangun secara mandiri/gotong royong oleh jemaat. Pelayanan kebaktian Gereja Oepura dipimpin silih berganti oleh para pendeta Belanda dan orang Indonesia. Adapun pendeta Belanda/Indonesia yang melayani Gereja Oepura sebelum 31 Oktober 1947 adalah sebagai berikut:

  1. LETEBAX (1922 – 1929)
  2. GROOTLUIS (1931 – 1934)
  3. M. H. PELLO (1931 – 1934)
  4. J. SAHERTIAN (1935 -1936)
  5. P. HUANDAO (1938 – 1941)

Pada masa setelah Indonesia Merdeka dan setelah berdirinya GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR (GMIT) berdiri yakni pada 31 Oktober 1937-31 Oktober 2021, dicatat secara baik dalam sejarah gereja tersebut, bahwa saat itu istilah jemaat belum lazim dipakai/dikenal dalam lingkup pelayanan gereja sedangkan yang lazim diakai adalah kata gereja sehingga gereja Oepura disebut Gereja Oepura (GO). Pada tahun 1964 setelah Gereja Oepura diberi nama Imanuel maka penyebutannya berubah menjadi Gereja Imanuel Oepura (GIO).

Sekitar tahun 1980-an, istilah gereja diganti menjadi jemaat sesuai nomenklatur peraturan tata GMIT yang baru sehingga Gereja Imanuel Oepura berubah sebutannya lagi menjadi Jemaat Imanuel Oepura (JIO). Perkembangan dan pertumbuhan iman jemaat dari waktu ke waktu hingga tahun 1970-an hingga saat ini, Minggu (31 Oktober 2021) Jemaat Imanuel Oepura telah memekarkan lima mata jemaat mandiri masing-masing: 1. JEMAAT PNIEL SIKUMANA, 2. JEMAAT SION OEPURA, 3. JEMAAT BETLEHEM NAIKOLAN, 4. JEMAAT SESAWI OEPURA, 5. JEMAAT GUNUNG SINAI NAIKOLAN.

Baca Juga  Pesparawi,  Momen Pererat Hubungan dan Pupuk Kebersamaan Antar Umat

Perlu diketahui juga bahwa Jemat Paulus saat ini namanya Jemaat Pola Oepura, karena sebagian anggota jemaatnya adalah Jemaat Imanuel Oepura yang kebanyakan berdomisili di Kelurahan Oepura yang disebut tingkat I karena berada di kompleks perumahan para pejabat kantor Gubernur NTT.

Perlu diketahui bahwa pada bulan Oktober  2014 kegiatan pertama adalah peletakan batu pertama gedung  gereja baru  2  lantai. Tetapi gedung lama masih tetap digunakan untuk kegiatan-kegiatan pelayanan. Dan Sesuai rencana  setelah tanggal  13 Maret 2016  gedung gereja lama  dibongkar/dirobohkan melalui sebuah kebaktian  khusus yang dipimpin langsung  oleh Ketua  Sinode  GMIT  Pdt. Dr.  Mery   L.  Y.  Kolimon, pada minggu 28 Februari 2016 dalam kebaktian ke-III  jam  17.00 Sore. Pembangunan  gedung gereja berlanjut  hingga penghujung tahun 2017 seperti yang terlihat  sekarang ini. Hingga diresmikan dan ditahbiskan menjadi gedung baru, yang siap menjadi sarana peribadatan bagi ribuan jemaat pada Jemaat GMIT Imanuel Oepura. (Stenly Boymau/Sumber data: JIO)

PROFIL PENDETA/PELAYAN FIRMAN ALLAH DARI MASA KE MASA YANG PERNAH MELAYANI DAN SEDANG MELAYANI DI JEMAAT IMANUEL OEPURA SETELAH TANGGAL 31 OKTOBER 1947 – TANGGAL 31 OKTOBER 2021 ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

 

 

NO.

 

NAMA PENDETA TAMATAN MASA TUGAS
1 Pdt. E. F. TOKOH STOVIL SOE 1940 – 1947
2 Pdt. ST. LAKUSA STOVIL SOE 1947 – 1948
3 Pdt. G. J. PAULUS STOVIL SOE 1949 – 1951
4 Pdt. M. MALELAK STOVIL SOE 1951 – 1954
5 Pdt. A. R. THERIK STOVIL SOE 1954 – 1960
6 Pdt. ABIA FUDIKOA SEKOLAH TEOLOGIA BELANDA 1960
7 Pdt. E. H. LITTIK SEKOLAH TEOLOGIA MAKASSAR/MALANG 1960 – 1963
8 Pdt. P. KOSAPILAWAN STOVIL SOE 1963 – 1984
9 PDT. Y. LAYKANI, S.Th AKADEMI TEOLOGIA KUPANG 1977 – 1981
10 Pdt. W. H. FANGGIDAE, M.Th FAKULTAS TEOLOGI UKAW 1982 – 1991
11 Pdt. M. KANA SEKOLAH TEOLOGIA SOE 1986 – 1992
12 Pdt. THOBIAS A. MESSAKH, S.Th SEKOLAH TINGGI TEOLOGI JAKARTA 1992 – 1993
13  

Pdt. Ny. A. Ch. AMNIFU – MOOY, S.Th

 

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DUTA WACANA JOGJAKARTA 1992 – 2000
14 Pdt. L. JUMETAN, S.Th FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG 1995 – 2000
15 Pdt. JHON ST. JUSUF, S.Th FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG 1995 – 2000
16 Pdt. JEREMIAS M. BANUNAEK, Sm.Th AKADEMI TEOLOGIA KUPANG 1996 – 2005
17 Pdt. N. N. NDUN – MELLU, S.TH H FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG 2000 – 2002 (MENINGGAL)
18 Pdt. JUSUF F. WETANGTERAH, S.Th SEKOLAH TINGGI TEOLOGI JAKARTA 2000 – 2006
19 Pdt. H. P. MANU, Sm.Th AKADEMI THEOLOGIA OESAPA 2000 – 2002
20 Pdt. C. N. M. NUBAN TIMO – DE FRETES, S.Th FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG 2004 – 2008
21 Pdt. ACHIM M. LULAN, S.Th FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG 2005 – 2010 (MENINGGAL)
22 Pdt. OBETH BOLLE, Sm.Th AKADEMI TEOLOGIA KUPANG 2005 – 2015
23 Pdt. MARTHEN LADA, M.Si SEKOLAH TINGGI TEOLOGI JAKARTA 2008 – Desember2015
24 Pdt. ELYANOR V. MANU – NALLE, S.Th FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG 2009 – 2015
25 Pdt. SANDRA J. D. YEWANGOE – FUNAY, S.Th FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG 2010 – April 2017
26 Pdt. TENTRMINGTYAS MESSAKH, S.Si FAKULTAS TEOLOGI UKSW

SALATIGA

2014 – Agustus 2017
27 Pdt. JOHANIS BIRA, Sm.Th AKADEMI TEOLOGIA KUPANG 2015 – Juli 2018
28 Pdt. STEFANUS A. PANDIE, S.Th FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG 2016 – 27 Juli 2021
29 Pdt. ANTHONETA RAHAKBAUW – MAPUSSA, S.Th FAKULTAS TEOLOGI UKIM AMBON Maret 2017 – Sekarang
30 Pdt. YULIANA BANI – BANUNU, S.Th FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG Agustus 2017 –27 Juli 2021
31 Pdt. TIFA O. HENDRIK-NA’U,STh FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG July 2018 – Sekarang
32 Pdt. IWAN J. LAY, STh FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG 27 Juli 2021-Sekarang
33 Pdt. IMELDA M. RATU UDJU-HUMAU,S.Si-Teol UKSW SALATIGA 27 Juli 2021-Sekarang

 

SEJARAH  SINGKAT PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA IMANUEL OEPURA

  1. PERIODE SEBELUM GEDUNG  GEREJA (SEKARANG)
  2. Awalnya Gereja Oepura belum ada nama, belum disebut Jemaat. Tetapi disebut Gereja.
  3. Gereja Oepura berdiri tgl. 31 Oktober 1947 bersama dengan  terbentuknya Sinode Gereja di  Timor kebaktian  dimulai di Pola (tidak tahu persis di rumah siapa) tetapi sesuai  dengan  informasi Masehi Injili  (GMIT).
  4. Kebaktian dilakukan dari rumah ke rumah bahkan di bawah pohon.

 

  1. PERIODE THN 1950-1971 (21 THN)
  2. Gereja Oepura pindah di lokasi  SD GMIT Oepura.
  3. Pelayan Firman Allah (PFA)/Pendeta  silih berganti melayani di Gereja/Jemaat ini, tapi  belum ada nama masih tetap Gereja Oepura, nama atau sebutan  Jemaat belum lasim di Gereja.
  4. Pada tahun 1963, Pdt. Petrus Kosapilawan Mutasi dari Jemaat Kakan Wilayah kepedesaan Noemuke Kec. Amanuban Selatan Kab. TTS menggantikan E. H.  Littik.
  5. Pada tahun 1964, Pdt.  Petrus Kosapilawan berinisiatif memberi  nama gereja  OEPURA: IMANUEL dengan membuat  papan nama  dan  dipajangkan di  depan Gereja (di atas pintu gerbang).
  6. Gedung gereja pada saat itu masih berbentuk semi permanen (lok. SD GMIT OEPURA no. 15 saat  ini).
  7. Perkembangan Jemaat begitu pesat di mana adanya urbanisasi  penduduk  dari desa ke kota, dari kabupaten ke ibukota  Provinsi untuk mencari pekerjaan dan  studimaka disepakati  untuk  membangun  gedung gereja yang lebih besar.
  8. Tepatnya bulan September tahun 1971 peletakan batu pertama Gedung Gereja Imanuel Oepura dan pekerjaan fisiknya selesai pada bulan  Desember 1971 (tembok, kap, atap).
  9. Meskipun belum  selesai  (plester, plafon  dan lantai)  tetapi Jemaat  sudah  berbakti di  dalamnya pada perayaan  Natal, Kunci  Tahun 1971 dan  Tahun Baru 1972  Pembangunan  Gedung Gereja ini selama 3  bulan, berhubung gedung gereja  lama sudah  tua/keropos.
  10. Pendeta/PFA, Majelis  Gereja  dan  Tokoh-tokoh  Gereja/Jemaat yang berperan pada  saat pembangunan Gedung Gereja ini sebagai berikut:
  11. Pendeta/PFA, Majelis Gereja/Jemaat:
  • Pendet/PFA : Petrus Kosapilawan
  • Majelis Gereja/Jemaat: Bpk. Paulus Funay, Bpk.  Nenotek, Bpk.  Ruben  Tade, Bpk. Leo  Riwu, Bpk. Simon Riwu  Kaho, Bpk. Amalo, Bpk. Okto Kalle,  Bpk.  Thomas Asbanu,  Bpk.  Daniel Zacharias, Timotius Tabelak.
  1. Tokoh-tokoh Gereja/Jemaat:    Drs. Salmu  Daut, Bpk.  Eduard Ndapatady, BBA,  Bpk.  Ngongo Dangga Dewa, Bpk.  Lukas Mbadi Kaborang, Bpk.  Drs. As Therik, Bpk. Ir.  Baltazai  Fanggidae,  Bpk. Daniel  Rihi, ibu. Tin  Samapaty-L, ibu. Susana  Kosapilawan-Littik, ibu Henderina  Nenotek-Thung, Ibu  Nait, ibu  Ferderika  Zacharias-Paulus, Mama Nona  Paulus, Enos  Ndapataka.

  • PERIODE TAHUN 1971-1991 (20THN).

Pada  tahun 1991 gedung gereja ini direnovasi , mengingat kapnya sudah lapuk,  seng sudah karat  dan juga temboknya terlalu rendah. Pemasangan lantai keramik mengingat  akan dilaksanakan  Sidang Raya Sinode GMIT ke …….. (Tahun 1991) panitia:

Ketua Umun      : Bpk. Ir.  Esthon L.  Foenay.

Sekretaris            : Drs.  J.  B. Kosapilawan.

Bendahara          : Bendahara  Gereja merangkap bendahara panitia.

  1. PERIODE TAHUN 1991-2006

Pada Tahun 2006 atap gedung gereja direnovasi (ganti seng) dan beberapa bagian plafon juga diperbaiki.

 

  1. PERIODE TAHUN 2006-2017
  • Mengingat perkembangan/pertumbuhan jumlah jemaat semakin  hari semakin bertambah jumlahnya maka  pada tahun 2014 dibentuklah Panitia Pembangunan Gedung  Gereja  baru  dengan Susunan Panitia Inti  sebagai berikut.

Ketua  Umum                    : Ir.  Esthon  L. Foenay, M. Si.

Ketua  Pelaksana              : Ir. Marthen Obeng, M.  Si.

Sekretaris                            : Jhon Duka

Bendahara                          : Piter da  Chunha

Seksi Usaha  Dana            :  Richard Funay dan  Ketua-ketua rayon.

Seksi Tehnik                       : Alberd  Lay

Seksi Pengawasan           : Julius Kesar.

Seksi  Logistik     : Charles  Zacharias

  • Kemudian Kepanitiaan Pembangunan Gedung Gereja ini direvisi karena kurang aktifnya anggota panitia maka pada medio Tahun 2017 direvisi dengan susunan sebagai  berikut:

Ketua  Umum                    : Ir.  Esthon  L. Foenay.

Ketua  Pelaksana              : Ir. Marthen Obeng, M.  Si.

Sekretaris                            : Piter da  Chunha

Bendahara                          : Johanis  Tefbana

Seksi Usaha  Dana            :  Richard Funay dan  Ketua-ketua rayon.

Seksi Tehnik                       : Alberd  Lay

Seksi Pengawasan           : Julius Kesar.

Seksi  Logistik     : Charles  Zacharias

 

  1. PERIODE TAHUN 2014-2017
  • Pada bulan Oktober 2014 kegiatan pertama adalah peletakan batu pertama gedung  gereja baru  2  Tetapi gedung lama masih tetap digunakan untuk kegiatan-kegiatan pelayanan.
  • Sesuai rencana setelah tanggal  13 Maret 2016  gedung gereja lama  dibongkar/dirobohkan melalui suatu kebaktian  Kebaktian  khusus tersebut    dipimpin langsung  oleh Ketua  Sinode  GMIT  Pdt. Dr.  Mery   L.  Y.  Kolimon, pada minggu 28 Februari 2016 dalam kebaktian ke-III  jam  17.00 Sore.
  • Pembangunan gedung gereja berlanjut  hingga penghujung tahun 2017 seperti yang terlihat  sekarang ini.
  • Mohon dukungan seluruh warga jemaat Imanuel Oepura baik  berupa doa, material dan moril.

Demikian sedikit catatan sejarah pembangunan  gedung  gereja Imanuel  Oepura sejak tahun 1902-2017.  ***

Baca Juga  Penilaian KPK, NTT Masuk Level 6 Terbaik Cegah Korupsi
REDAKSI MEDIATORSTAR

REDAKSI MEDIATORSTAR

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *