Viktor Laiskodat: Esthon Foenay adalah Penasehat Pribadi Saya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
BERSAMA. Esthon Foenay dan Viktor Laiskodat, saat momentum pengresmian dan pentahbisan gedung gereja Jemaat GMIT Imanuel Oepura, Minggu (31/10/2021) dalam ibadah raya ketiga, pukul 16.00 Wita. Foto: Istimewa

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Politisi Partai Nasdem, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang saat ini mengemban tanggungjawab politik sebagai Gubernur NTT, memberikan statemen menarik. Mengawali sambutannya saat pengresmian gedung Jemaat GMIT Imanuel Oepura (JIO), Minggu (31/10/2021), Gubernur Viktor menegaskan bahwa Esthon Foenay adalah penasehat pribadinya.

“Syallom kepada kita semua. Saya menyapa Om Esthon Foenay, bahwa beliau ini adalah penasehat pribadi saya,”tegas Viktor mengawali sambutannya dalam momentum itu. Statemen Viktor ini langsung disambut tepukan tangan meriah ratusan jemaat yang hadir dalam ibadah raya ketiga, petang itu. Nampak hadir, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr Merry Kolimon, serta belasan pendeta baik yang melayani di JIO maupun pendeta tamu. Tak hanya itu, di deretan paling depan, hadir Esthon Foenay dalam kapasitas sebagai koordinator umum panitia pembangunan gedung gereja, Sekda Kota Kupang, Fahrensy Foenay, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Padron Paulus, serta staf khusus Gubernur NTT, yakni Dr. David Pandie.

DISAMBUT ADAT. Gubernur NTT, Viktor Laiskodt, disambut secara adat, ketika tiba di gedung kebaktian Jemaat GMIT Imanuel Oepura, Minggu (31/10). Saat tiba, dia diterima Esthon Foenay selaku tokoh jemaat setempat.
Foto: Istimewa

Setelah mengatakan demikian, Viktor melanjutkan bahwa dia merasa datang di rumahnya sendiri, karena gereja tersebut adalah tempatnya beribadah, di tahun 1990-an sebelum meninggalkan Kupang dan mengadu nasib ke Jakarta. “Ini adalah tempat saya bergereja dulu saat saya masih di Oepura. Setiap hari minggu, saya sering menyanyi disini, kecuali hari Natal. Saya tidak isi lagu, karena antriannya panjang,”tegas Viktor sembari tersenyum, mengenang masa-masa dulu saat masih remaja.

Pernyataan Viktor ini bukanlah sebuah hal baru, karena antara dia dengan Esthon, sudah menjalin hubungan yang cukup lama tidak saja sebagai politisi, melainkan jauh sebelumnya. Esthon adalah tokoh masyarakat di Kelurahan Oepura, dan menjadi ‘bapak’ bagi semua kalangan yang bermukim disana. Tak terkecuali Viktor yang saat itu memang menetap di Kampung Timor, tepatnya di Jl. Kedondong Kelurahan Oepura. Antara keduanya memang hanya berbeda RW.

Baca Juga  Wapres Minta Gubernur NTT dan Bupati Kerja Keras, Ini Profil Lima Kabupaten dengan Kemiskinan Ekstrem

Walau sudah belasan tahun Esthon menjadi pemimpin Partai Gerindra, dan beberapa moment politik, keduanya berseberangan, namun tokoh flamboyan ini selalu dinanti karena hangat dalam berteman dan tidak pernah menyakiti musuh sekalipun.

Esthon terkenal dengan prinsipnya yang selalu disampaikan dalam nada guyon bahwa ‘Dalam politik kita berbeda, namun dalam Tuhan kita bersaudara’. Itulah seorang Esthon Foenay yang disayangi seluruh kalangan. Kalimat ini merupakan kunci, dia disenangi siapapun. Baik kawan maupun lawan. Dan inilah yang kemudian membuat seorang Viktor Laiskodat untuk tidak sungkan-sungkan menyampaikan dari atas podium di dalam rumah Tuhan, bahwa Esthon Foenay adalah tempatnya meminta petuah, nasehat. Dalam Pilgub NTT kemarin, keduanya menjadi rival. Viktor sebagai pemenang, dan Esthon di urutan tiga. Walau tokh demikian, kedua tokoh ini menunjukkan keteladanan yang baik, dan patut ditiru serta digugu siapapun. Bahwa dalam politik kita berbeda, berkompetisi, namun dalam Tuhan kita bersudara. (Stenly Boymau)

REDAKSI MEDIATORSTAR

REDAKSI MEDIATORSTAR

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *