Resmikan Gedung Kebaktian Imanuel Oepura, Ini Harapan Gubernur Viktor

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
TANDATANGAN PRASASTI. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, didampingi Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Merry Kolimon, M.Th., koordinator umum panitia pembangunan, Esthon Foenay, serta tokoh jemaat setempat, menandatangani prasasti pengresmian gedung kebaktian Jemat GMIT Imanuel Oepura. Foto: Stenly Boymau/Mediatorstar.com

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Minggu (31/10/2021) petang seusai kebaktian raya ketiga, meresmikan gedung kebaktian Jemaat GMIT Imanuel Oepura. Dalam momentum penting yang dihadiri ratusan jemaat itu, Gubernur Viktor meminta agar Gereja dan Pemerintah terus bahu-membahu bersama pihak lainnya dan kolaborasi membangun program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam pembangunan gedung gereja yang megah maka harus ada gerakan-gerakan kemanusiaan. Harus ada penggerak-penggerak dan program didalamnya yang juga bisa mensejahterakan jemaat dan masyarakatnya,”ujar Gubernur. “Maka dari itu kita wajib untuk kerja secara kolaborasi. Pemerintah dan Gereja harus dalam kesatuan gerak. Ikut juga dalam desain pembangunan pada pertanian, peternakan, perikanan, pendidikan, pariwisata dan juga bidang-bidang lainnya. Ini juga manfaat besar untuk kita semua,”ungkap Gubernur.

Gubernur menjelaskan, salah satu upaya dalam mensejahterakan masyarakat NTT saat ini adalah penanganan stunting dan kemiskinan. Hal tersebut juga perlu untuk kerja sama dengan pihak Gereja.

“Gereja harus bisa membangun jemaat dan umatnya. Gereja dan Pemerintah harus dengan pola kerja dan strategi menyelamatkan masalah stunting dan kemiskinan di NTT. Kita mau generasi kita dan anak-anak kita bebas dari stunting. Generasi kita harus jadi orang-orang sehat, cerdas, hebat dan bisa membangun daerah ini,”tambah Gubernur.

Sementara itu Ketua Sinode GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon M.Th mengatakan, Gereja yang bertumbuh dan berbuah adalah gereja yang anggotanya saling peduli, juga turut memperhatikan pendidikan dan pembangunan bangsa. “Kita bersyukur Jemaat GMIT Imanuel Oepura tetap konsisten memperhatikan Sekolah GMIT yang ada disini. Terima kasih untuk hal itu. Kalau kita lihat Sejarah GMIT, sebelum Gereja berdiri pun sekolah sudah lebih dulu ada. Sebelum ada pendeta, pun Guru Injil sudah ada. Hari Senin sampai Sabtu mereka mengajar dan hari Minggu berkhotbah serta mengajarkan firman Tuhan. Jadi harapan kita jangan sampai gereja hanya gedung megah tanpa perhatikan pendidikan dan sekolah,”kata Pdt. Mery.

Baca Juga  C3 Pemulihan Kupang Bangun Gedung Baru, Bukti Pertumbuhan Iman Pendeta dan Jemaat

“Juga hendaknya anggota gereja saling terikat pada persaudaraan dan punya rasa peduli satu sama lain. Di GMIT Imanuel Oepura jemaatnya dari berbagai suku ada dari Timor, Alor, Sabu, Rote, Jawa, Kalimantan juga lainnya. Kita dipanggil menjadi saudara satu dengan yang lain. Apapun perbedaan kita hendaknya kita satukan untuk saling melayani sesama dan melayani Tuhan,”ujar beliau.

Peresmian  ini ditandai degan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Viktor, disaksikan Ketua MS GMIT, Pdt Dr. Merry Kolimon, M.Th., serta setidaknya ratusan undangan. Hadir juga koordinator umum panitia pembangunan, Esthon Foenay, ketua panitia pembangunan, Arieston Thonny Dappa, yang melaporkan bahwa gedung megah ini menelan biaya yang cukup besar, dan dibangun selama tujuh tahun. Sebelum seremoni pengresmian, didahului dengan ibadah pentahbisan yang dipimpin secara bergantian oleh beberapa pendeta setempat maupun pendeta tamu.

Prosesi ini berlangsung penuh khusuk, walau gedung ini dipadati umat yang berbahagia karena sudah memiliki gedung kebaktian yang layak. Mereka memadati lantai satu, halaman yang dipasangi tenda, maupun lantai dua dan balkon. Hingga Minggu (31 Oktober 2021, gereja ini telah memekarkan lima mata jemaat mandiri masing-masing: Jemaat Pniel Sikumana, Jemaat Sion Oepura, Jemaat Betlehem Naikolan, Jemaat Sesawi Oepura dan Jemaat Gunung Sinai Naikolan.

Perlu diketahui bahwa pada bulan Oktober  2014 kegiatan pertama adalah peletakan batu pertama gedung  gereja baru  dua lantai. Tetapi gedung lama masih tetap digunakan untuk kegiatan-kegiatan pelayanan. Dan Sesuai rencana  setelah tanggal  13 Maret 2016  gedung gereja lama  dibongkar/dirobohkan melalui sebuah kebaktian  khusus yang dipimpin langsung  oleh Ketua  Sinode  GMIT  Pdt. Dr.  Mery   L.  Y.  Kolimon, pada minggu 28 Februari 2016  dalam kebaktian ke-III  jam  17.00 Sore. Pembangunan  gedung gereja berlanjut  hingga penghujung tahun 2017 seperti yang terlihat  sekarang ini. Hingga diresmikan dan ditahbiskan menjadi gedung baru, yang siap menjadi sarana peribadatan bagi ribuan jemaat pada Jemaat GMIT Imanuel Oepura. (MSC01)

Baca Juga  Kelurahan Terkotor dapat Bendera Hitam, Diserahkan Saat Upacara HUT RI
REDAKSI MEDIATORSTAR

REDAKSI MEDIATORSTAR

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *