Genjot Produktifitas Pertanian, Poktan Dampingan Poltek Negeri Kupang Terapkan Teknologi Revolusi Industri 4.0

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
SURVEY. Tim dari Politeknik Negeri Kupang yang dipimpin Imanuel Chr. Mauko, ST., M.Eng yang adalah ketua tim pelaksana kegiatan ketika melakukan survey dan Penandatangan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dengan Kelompok Tani Hidup Baru. Foto: Dok

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Politeknik Negeri Kupang (PNK), sukses melaksanakan Program Hibah Produk Teknologi yang diseminasikan kepada masyarakat (PTDM). Adapun  program yang dilaksanakan di Desa Tolnaku  Kecamatan Fatuleu   Kabupaten Kupang ini berjudul “Penerapan Teknologi Revolusi Industri 4.0 Pada Lahan Pertanian Untuk Menunjang Produktifitas Pertanian Masyarakat.

Kepada media ini,  Imanuel Chr. Mauko, ST., M.Eng yang adalah ketua tim pelaksana kegiatan selama enam bulan tersebut merinci bahwa pihaknya menetapkan suatu Sistem Siram Kebun Otomatis Hemat Energi yang membantu masyarakat mitra dalam mengelola lahan pertanian dengan lebih efektif dan efisien.

“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat atau mitra dalam hal ini Kelompok Tani Tamnau Tetus dan Kelompok Tani Hidup Baru dapat mengalami perubahan dan peningkatan baik secara ekonomi maupun dari sisi sosial budaya,”tegas Mauko, Senin di Kupang. Dia merinci, ada dua kelompok yang menjadi mitra timnya yakni Kelompok Tani Tamnau Tetus dan  Kelompok Tani Hidup Baru. Sementara tim dari Politeknik Negeri Kupang sebagai pengusul kegiatan, yakni  Robinson A. Wadu, ST. MT/Teknik Komputer dan Yulian Abdullah, SP., MP/Ilmu Tanaman.

Instalasi Pipa Pada Lahan Kelompok
Foto: Dok

“Lahan kedua mitra sudah ditanami buah-buahan seperti alpukat, jeruk, dan pepaya. Selain itu, tanaman sayur-sayuran seperti bawang bombay, cabai, terung dan tomat serta tanaman bumbu dan obat seperti, sereh, lengkuas, dan jahe. Lokasi pertanian kelompok juga memiliki pemandangan yang bagus sehingga juga memiliki potensi pengembangan agrowisata,”tegasnya menambahkan, masalah yang ditemui di lokasi, adalah masalah kekurangan air untuk mengairi lahan pertanian. Sumber mata air yang ada, ternyata letaknya jauh di bawah lahan pertanian yang digarap sehingga mereka hanya menanaminya di musim hujan. Melalui program ini,  para dpsen dari PNK selaku pelaksana kegiatan menerapkan teknologi berbasis revolusi industri 4.0 yakni  sistem pengairan yang secara otomatis mengambil air  sumur mata air dan mendistribusikannya menggunakan pompa air bertenaga listrik surya (PLTS) yang hemat energi dan ramah lingkungan melalui sistem perpipaan yang langsung menuju tanaman pertanian kelompok. Sistem ini dikembangkan juga dengan pemantauan sistem pengairan lahan melalui perangkat Handphone berbasis Android.

Baca Juga  Peduli Amfoang, Bank NTT-Bank Indonesia Hadirkan Aneka Layanan Pendidikan Berkelas Premium

 

“Kami melihat bahwa dengan adanya penerapan teknologi Sistem Penyiraman Kebun Otomatis Hemat Energi pada lahan pertanian mitra dapat memberikan manfaat diantaranya, tersedianya sistem distribusi air bersih yang baik dilengkapi dengan sistem perpipaan yang menjangkau hingga ke tanaman perkebunan mitra, penggunaan air bisa lebih hemat karena menggunakan sistem kontrol siram kebun secara otomatis berdasarkan kekeringan tanah dan pada waktu tertentu dan menggunakan sistem sprinkel yang hemat air, serta waktu penyiraman lahan yang lebih cepat dari sistem manual,”tegas Mauko menambahkan, juga tersedianya lahan yang akan dikelola menjadi lokasi Agrowisata pada lahan perkebunan kedua kelompok mitra.

Kegiatan ini bertujuan merancang dan membuat suatu sistem pengairan yang efektif dan efisien serta hemat energi untuk mengalirkan air dari sumber mata air ke lahan pertanian kedua kelompok mitra serta mendesain dan mengatur tata letak lahan pertanian masyarakat menggunakan konsep Agrowisata yang diberi nama : Agrowisata Melang Haliel pada lahan pertanian Kelompok Tani Tamnau Tetus dan Agrowisata Lopo Sio pada Kelompok Tani Hidup Baru. Petani pun  memiliki pemahaman baik tentang cara-cara bertani yang baik dan benar.

Sementara sasarannya adalah tersedianya suatu sistem pengairan otomatis berbasis teknologi revolusi 4.0 dengan pemantauan berbasis android dilengkapi dengan sistem perpipaan ke lahan mitra, tersedianya suatu sistem Tenaga Listrik berbasis Tenaga Surya (PLTS)  untuk menunjang distribusi air menggunakan pompa air tenaga surya ke lahan pertanian kedua mitra. Juga tersedianya agrowisata sebagai destinasi wisata baru di wilayah Fatuleu, Kabupaten Kupang dan sekitarnya dan meningkatnya pemahaman anggota kedua kelompok tani mitra tentang cara bertanam yang baik dan benar.

Tidak hanya itu melainkan Christofel Mauko pun menjelaskan bahwa dalam program ini, Politeknik Negeri Kupang melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat sebagai lembaga yang memberikan dukungan kepada tim dalam kegiatan pengabdian ini. Juga pemerintah setempat dalam hal ini Kepala Desa Tolnaku dan jajarannya, Poktan Tamnau Tetus yang diketuai Anderias Pit’ay beserta anggotanya dan Kelompok Tani Hidup Baru dengan ketuanya Marthen Mella beserta anggotanya.

Baca Juga  Gubernur Kunjungi Unwira, Rektor: Kami Sambut dengan Luar Biasa, Bangga dan Tulus
PENYULUHAN. Tim dari PNK saat memberikan penyuluhan kepada petani dari dua Poktan yang ada.

Diakui bahwa ada tahapan yang dilalui dalam pelaksanaan kegiatan yang didahului sosialisasi program serta peninjauan lokasi mata air. Tim pun melakukan penyuluhan pertanian yang berhubungan dengan komodoti unggulan dari kedua kelompok tani yakni Kacang Tanah dan Bawang Prei. Penyuluhan dilaksanakan pada 14 Oktober 2021 dengan narasumber Yulian Abullah, SP., MP. “Ada beberapa keluaran produk kegiatan PTDM yang sudah dihasilkan antara lain tersedianya lahan pertanian dengan sistem perpipaan untuk distribusi pengairan lahan pada kedua kelompok mitra. Sejak dimulainya kegiatan ada beberapa pengaruh yang secara spesifik yakni adanya penampungan air dari mata air sehingga pengelolaan air dapat lebih efektif dan beberapa kemudahan lainnya,”jelas Mauko menambahkan, sistem Siram Otomatis sudah dilengkapi dengan sumber daya listrik PLTS dengan daya 1000Watt.

Instalasi Sistem Siram Kebun Otomatis
Foto: Dok

Menurutnya, pelaksanaan Program Hibah Produk Teknologi yang Didiseminasikan Kepada Masyarakat Tahun 2021 dengan judul “Penerapan Teknologi Revolusi Industri 4.0 Pada Lahan Pertanian Untuk Menunjang Produktifitas Pertanian Masyarakat Di Desa Tolnaku  Kecamatan Fatuleu   Kabupaten Kupang NTT sampai sejauh ini dapat berjalan dengan baik meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi.

Air dari Sumber Mata Air ditampung pada Tandon.

“Dengan penerapan teknologi Sistem Penyiraman Kebun Otomatis Hemat Energi pada lahan pertanian mitra dapat memberikan manfaat diantaranya, tersedianya sistem distribusi air bersih yang baik dilengkapi dengan sistem perpipaan yang menjangkau hingga ke tanaman perkebunan mitra, penggunaan air bisa lebih hemat karena menggunakan sistem kontrol siram kebun secara otomatis berdasarkan kekeringan tanah dan pada waktu tertentu dan menggunakan sistem sprinkel yang hemat air. Disamping itu juga tersedianya lahan yang akan dikelola menjadi lokasi Agrowisata pada lahan perkebunan kedua kelompok mitra. Selain itu juga, tersedia sumber enegri listrik berbasis tenaga surya (PLTS) yang mendukung sistem siram kebun otomatis dan penerangan pada lokasi agrowisata.” (MSC01)

Baca Juga  Dukung Riset, Bank NTT Bantu Universitas
REDAKSI MEDIATORSTAR

REDAKSI MEDIATORSTAR

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *